Seorang Nenek Mengaku Berhasil Ciptakan Obat Flu Burung
Selasa, 27 Sep 2005 18:42 WIB
Jakarta - Meluasnya wabah flu burung membuat Sulastri Sahal tergerak hatinya. Wanita berusia 63 tahun ini mengaku berhasil membuat obat untuk menyembuhkan penyakit flu burung. Obat berbentuk kapsul warna merah itu diberinya nama proflub.Sulastri membawa obat ciptaannya ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RPSI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara. Didampingi seorang asistennya, Sulastri tiba di RSPI pukul 16.30 WIB, Selasa (27/9/2005).Wanita tua berbaju merah muda, celana panjang hitam dan kerudung coklat itu kemudian diterima oleh seorang perawat. Menerima obat yang ditawarkan? Si perawat tak berani melakukannya. Ia hanya menyarankan Sulastri untuk datang lagi besok pagi saat direktur rumah sakit ada di tempat.Sulastri, kepada detikcom yang menemuinya di Ruang Cempaka RSPI, mengaku sudah datang ke kantor Depkes pada pukul 11.00 WIB. Karena Dirjen Kesehatan tidak ada, dia diterima pegawai tata usaha Dirjen Kesehatan. Sulastri mengaku disuruh langsung datang ke RSPI.Warga Jalan Mawar Reni Jaya Blok E.8/2, RT 1 RW 7, Pondok Petir, Sawangan, Depok, ini mengaku membuat obat flu burung dari lima macam ramuan. Bahan yang digunakan adalah acorus calamus, coriendri fructuf, coleus scutellariodes, zingiber americonus, dan plaglantu niruni.Bahan apa itu? Apa istilahnya dalam bahasa Indonesia? Sulastri menolak menjelaskan. "Bahasa kedokteran memang harus seperti ini," kilahnya sembari menambahkan dosis obatnya untuk orang dewasa adalah tiga kali dua sehari, sedangkan untuk anak tiga kali satu sehari.Sulastri mengaku mendapatkan keahlian membuat obat secara turun menurun. Dia kemudian menunjukkan riwayat keberhasilan dia sebagai ahli pengobatan. Ia, misalnya, pernah berhasil mengobati pasien diabetes, darah tinggi, leukimia, dan membuat 25 jenis obat. Resep obat flu burung, menurut Sulastri, terlintas secara otomatis saat Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari mengumumkan kejadian luar biasa (KLB) flu burung. "Ketika saya melihat menteri mengumumkan KLB flu burung di televisi, saya secara otomatis menulis resep obat ini," katanya.Sulastri yakin obat flu burung yang dibuatnya juga akan berhasil seperti ciptaan-ciptaannya sebelumnya. "Insya Allah akan berhasil," katanya dengan meyakinkan.Moga-moga, bu. Amin.
(gtp/)











































