Mahasiswa: BEM yang Ikut JK ke Afsel Tak Wakili BEM Makassar
Selasa, 27 Sep 2005 18:15 WIB
Makassar - Ikut sertanya sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Makassar dalam rombongan Wapres Jusuf Kalla (JK) ke Afrika Selatan ditanggapi miring oleh mahasiswa lain. Bahkan para mahasiswa tidak mengakui bila kepergian sejumlah pengurus BEM mewakili lembaganya. Di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) misalnya, keikutsertaan Firman, ketua BEM Fakultas Hukum UMI mendapat kecaman dari teman-temannya. Firman pergi bersama JK bukan atas kesepakatan BEM."Ketua BEM kami memang ikut ke Afsel. Tapi kami ingin tegaskan kalau mereka tidak mewakili lembaga kami. Jadi sekali lagi, dia pergi sebagai person, bukan mewakili mahasiswa," ujar Arman, sekretaris BEM Hukum, Universitas Muslim Indonesia (UMI), ketika melakukan orasi di depan kampusnya, saat berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Menurut Arman, Firman ikut dalam rombongan JK tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pengurus BEM lain. "Sebelumnya tidak ada koordinasi sama sekali. Dia tidak bilang jika ingin ikut dalam rombongan Wapres," terang Arman. Arman juga menuding pengikutsertaan mahasiswa dalam rombongan JK adalah upaya untuk memberangus unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM. "Ini taktik untuk menjinakkan gerakan mahasiswa. Jangan terpedaya," ujar Arman. Sementara itu, hal yang sama diungkapkan Ali, salah seorang aktivis Unhas. "Sampai saat ini, kami belum dfengar bila ada pengurus BEM di Unhas yang ikut. Tapi kami mensinyalir pengikutsertaan mahasiswa ke Afsel itu upaya untuk mematikan gerakan mahasiswa," terangnya. Selain Firman, pengurus BEM yang ikut serta dalam rombongan JK, disebut-sebut adalah Maulana, dari BEM Universitas Negeri Makassar (UNM). Dibanding BEM lain yang telah mengeluarkan statement, keikutsertaan Maulana belum mendapat respons dari pengurus BEM UNM.
(asy/)











































