Ustaz Sambo soal 'Saf Salat Campur': Dalam Kondisi Darurat, Boleh

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 08 Apr 2019 14:28 WIB
Ansufri Idrus Sambo (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Tercampurnya jemaah laki-laki dan perempuan di sebagian saf saat salat subuh sebelum kampanye akbar capres Prabowo Subianto di Gelora Bung Karno (GBK) mulai menyisakan cerita tersendiri. Ustaz Ansufri Idrus Sambo angkat bicara.

"Dalam kondisi darurat memang terkadang sulit memisahkan saf untuk laki-laki dan perempuan, semisal lantaran keterbatasan tempat. Kondisi semacam itu juga acap terjadi di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Kerap kali, masjid penuh sesak sehingga laki-laki dan perempuan salat berdekatan, terutama di jalur tempat orang berjalan," kata Ustaz Sambo saat dimintai konfirmasi.


Ustaz Sambo menyebut kondisi darurat membuat sulit untuk memisahkan antara lelaki dan wanita saat itu. Menurutnya, banyak orang yang terus berdatangan dan ingin salat Subuh saat itu.


"Kalau kondisinya darurat, memang sangat sulit untuk memisahkan laki-laki dan wanita karena banyak orang yang ingin salat, sementara tempatnya tak mungkin untuk dipisahkan, maka hukumnya menjadi tak apa-apa. Dalam kaidah ushul fiqih, 'addaruurah tubiihul mahzhuurah' artinya 'dalam kondisi darurat, hal-hal yang tak boleh bisa menjadi boleh'," tutur Sambo.

"Demikianlah yang terjadi dalam salat Subuh berjemaah di acara kampanye pasangan Prabowo-Sandi di GBK kemarin," imbuh dia.



Simak Juga "Tak Ketinggalan Raja Dangdut Rhoma Irama Ikut Salat Subuh di GBK":

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)