Di Yogya, Premium Eceran Tembus Rp 4 Ribu/liter

Di Yogya, Premium Eceran Tembus Rp 4 Ribu/liter

- detikNews
Selasa, 27 Sep 2005 17:52 WIB
Yogyakarta - Di wilayah Yogyakarta, harga bensin eceran menembus angka Rp 3.500-4.000/liter. Padahal harga bensin eceran sebelumnya hanya sekitar Rp 2.700/liter. Dengan kata lain, di tingkat pedagang eceran bensin naik antara Rp 1.100-1.500/liternya."Terpaksa menjual dengan harga Rp 3.500/liter. Mau apa lagi, nyari bensin untuk kulakan saja hari ini susahnya minta ampun," kata Dede Rahman (50), seorang pedagang bensin eceran, warga Sinduharjo, Ngaglik, Sleman kepada detikcom saat antre bensin di SPBU Banteng, Jl. Kaliurang Km 8 Yogyakarta, Selasa (27/9/2005).Menurut dia, hari ini bensin sebanyak 30 liter hasil kulakan pada hari Minggu (2/9/2005) kemarin sudah habis terjual dengan harga Rp 3 ribu/liter dalam waktu dua jam. Sedangkan bensin yang didapatkan hari ini, rencananya akan dijual dengan harga Rp 3.500/liter."Hari ini dapatnya susah, SPBU yang boleh kulakan pakai jerigen hanya di sini (SPBU Banteng). Itu pun harus menunjukkan KTP dan surat keterangan yang disahkan RT hingga kecamatan," katanya.Hal senada juga dikatakan oleh Mujiman (42), seorang pedagang bensin eceran di kawasan kampus UGM. Menurut dia, kulakan bensin saat ini susah, karena tidak semua SPBU mau menerima pembelian menggunakan jerigen. Di wilayah Sleman, hanya SPBU Banteng saja yang masih menerima pembelian bagi pedagang eceran. Sedangkan SPBU lainnya seperti SPBU Terban, SPBU Sagan, SPBU Jl. Kaliurang Km 5,5 dan SPBU Gejayan sudah sekitar satu minggu tidak melayani pembelian untuk kulakan."Kalau hari ini saya dan istri saya dapat membeli masing-masing 20 liter dan akan kami jual dengan harga Rp 4 ribu/liter," katanya. Berdasarkan pantauan detikcom di SPBU Kutu sebelah utara Stasiun TVRI Yogyakarta di Jl Magelang Km 5, ada seorang pembeli yang cukup cerdik. Dia menggunakan sebuah mobil Kijang ikut antrean premium. Setelah mengisi tangki premium dengan penuh, ia kemudian memarkir kendaraannya di depan kantor TVRI. Seorang anaknya sudah menunggu dengan membawa tiga buah jeriken masing-masing isi 20-an liter. Selanjutnya premium yang ada di tangki mobil disedot dengan selang secara manual untuk dipindahkan ke jerigen-jerigen. Setelah premium yang ada di tangki mobil tinggal sedikit, orang tersebut kemudian ikut antre BBM lagi. "Daripada kulakan pakai jerigen susah dapatnya, saya terpaksa beli pakai mobil ini, kalau habis nanti antre lagi," kata Toyo, warga Jombor Sleman sambil tertawa. (asy/)


Berita Terkait