detikNews
2019/04/07 19:15:22 WIB

Round-Up

Kontroversi Surat SBY di Tengah Euforia Kampanye Prabowo-Sandi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kontroversi Surat SBY di Tengah Euforia Kampanye Prabowo-Sandi Foto: SBY (Grandyos Zafna)
Jakarta - Sorotan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atas kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuai kehebohan. SBY sempat menyurati elite partainya untuk memberi pesan kepada Prabowo karena kampanye itu dinilai tak lazim dan tidak inklusif.

Surat SBY itu, seperti dilihat detikcom, Minggu (7/4/2019), ditujukan kepada Ketua Wanhor PD Amir Syamsuddin, Waketum PD Syarief Hasan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan. Pesan SBY itu tersebar di WhatsApp dan dibenarkan politikus PD Andi Arief.

Di awal pesannya, SBY, pada Sabtu 6 April 2019, mengaku mendapat informasi yang mengandung kebenaran mengenai kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK). SBY menyebut kampanye akbar Prabowo-Sandi mengandung unsur ketidaklaziman.

"Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, melalui sejumlah unsur pimpinan Partai Demokrat saya meminta konfirmasi apakah berita yang saya dengar itu benar. Malam hari ini, saya mendapat kepastian bahwa informasi yang didapat dari pihak lingkaran dalam Bapak Prabowo, berita yang saya dengar itu mengandung kebenaran," sebut SBY dalam suratnya.

Salah satu elite yang dimintai SBY untuk menyampaikan pesan tersebut ke Prabowo ialah Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin. Masukan diberikan sebelum kampanye digelar. PD bersyukur masukan SBY itu diikuti.

"Pak SBY mengingatkan. Hari ini kita perhatikan apa yang wujud dalam kampanye hari ini sudah mengikuti apa yang kira-kira diingatkan oleh Pak SBY," kata Amir Syamsuddin.

Amir mengatakan selama ini bergulir kesan politik identitas sudah sedemikian masifnya. SBY, kata Amir, khawatir kesan politik identitas itu mencapai puncaknya di kampanya akbar Prabowo-Sandi hari ini. Namun, dia menyatakan saran SBY sudah diikuti.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com