Aksi Sandiaga Kibarkan Bendera NU, Ma'ruf Ingatkan Jangan Eksploitasi NU

lisye sri rahayu - detikNews
Minggu, 07 Apr 2019 01:03 WIB
Foto: Cawapres Ma'ruf Amin (Lisye Sri Rahayu)
Jakarta - Aksi cawapres Sandiaga Uno yang mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama (NU) saat kampanye di Lumajang, Jawa Timur disorot cawapres Ma'ruf Amin. Dia mengatakan tak seharusnya bendera NU digunakan pada saat kampanye.

"Ya sebenarnya dia (Sandi) tidak boleh dia mengeksploitasi NU," ujar Ma'ruf di Hotel Alium, Tangerang, Banten (6/4/2019).

Ma'ruf mengaku selama masa kampanye kader NU tidak pernah menggunakan bendera tersebut. Selain itu panitia kampanye kata Ma'ruf tidak pernah menggunakan lambang ormas islam tersebut.

"NU aja tidak menggunakan bendera, paling-paling ada yang membawa, jamaah. Tapi panitianya tidak pakai lambang NU," lanjutnya.


Diberitakan sebelumnya, NU Lumajang melayangkan protes keras terhadap Sandiaga Uno yang sempat mengibarkan bendera NU dalam kampanye terbuka. Menurut pengurus NU Lumajang, apa yang dilakukan Sandiaga bisa memicu gesekan horizontal.

"Kami menyampaikan bahwa tindakan pengibaran 'bendera NU' dalam kegiatan kampanye politik semacam itu adalah bentuk pelecehan kepada Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang dapat menimbulkan gesekan horisontal di tengah masyarakat," tutur Rais NU Lumajang Husni Zuhri dalam pernyataan yang dikutip pada Sabtu (6/4/2019).

Senada dengan Husni, Ma'ruf menilai wajar saja kader NU marah apabila atribut organisasinya digunakan pada saat kampanye akbar. Apalagi yang mengibarkan bendera itu bukan kader dari Nahdlatul Ulama.


"Apalagi bukan NU menggunakan, itu akan ada gugatan dari kalangan NU," lanjutnya.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan PBNU akan melakukan reaksi yang sama dengan NU Lumajang. Namun, ia menyerahkan pada PCNU Lumajang untuk menyelesaikan perkara itu.

"Ya pasti PBNU akan bersikap yang sama. Kita serahkan ke lumajang aja," tutupnya.

(zak/zak)