Disperindag DIY: Tidak Ada Pengurangan Jatah BBM

Disperindag DIY: Tidak Ada Pengurangan Jatah BBM

- detikNews
Selasa, 27 Sep 2005 15:41 WIB
Jakarta - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Provinsi DIY, Syahbenol Hasibuan membantah bila ada pengurangan jatah suplai bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dan pangkalan minyak. Antrean BBM yang terjadi beberapa hari terakhir ini diakibatkan karena masyarakat panik menjelang hari H kenaikan harga BBM."Tidak ada pengurangan pasokan dari Pertamina ke SPBU. Kami sudah meminta segera melakukan dropping BBM agar tidak terjadi kepanikan masyarakat yang lebih luas. Sebab, ada sejumlah SPBU yang kehabisan stok," kata Syahbenol kepada wartawan di kantornya, Jl Gedong Kuning Yogyakarta, Selasa (27/9/2005). Menurut Syahbenol, antrean warga untuk membeli BBM di sejumlah SPBU diakibatkan karena masyarakat panik ketika mendekati pengumuman rencana kenaikan harga BBM. Masyarakat berbondong-bondong membeli BBM dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan antrean di mana-mana. "Mulai Senin kemarin, kami sudah meminta Pertamina untuk segera melakukan pengedropan agar masyarakat bisa mendapatkan BBM sehingga bisa mengurangi kepanikan," katanya.Dia menyatakan, berdasarkan laporan dari Pertamina Unit Pemasaran IV Yogyakarta, kuota BBM di seluruh DIY masih mencukupi dan Pertamina terus menyuplai setiap SPBU dan pangkalan minyak yang kosong. Sampai saat ini tidak ada pengurangan jatah BBM dari Pertaminan ke SPBU maupun agen dan pangkalan. Semua mendapatkan jatah seperti biasanya. Setiap hari jumlah pasokan BBM di seluruh DIY mencapai 437.500 liter."Jadi, sebenarnya cadangan BBM masih cukup dan Pertamina juga melakukan suplai seperti biasa bahkan sudah melebihi kuota. Namun karena diserbu, otomatis cepat habis. Itu yang mengakibatkan sejumlah SPBU kehabisan BBM terutama premium," ungkap Syahbenol.Pada hari ini, Syahbenol bersama beberapa orang stafnya sudah memantau dan terjun langsung ke lapangan menanyai sejumlah pengantre BBM di SPBU maupun pangkalan minyak tanah. Masyarakat beranggapan menjelang kenaikan harga BBM ini akan ada kelangkaan sehingga terpaksa membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. "Ada pengantre yang mengatakan sebenarnya persediaan BBM masih ada, tapi ikut antre karena takut kalau kelak kehabisan," katanya.Ketakutan dan kekhawatiran itulah yang membuat mereka lantas berusaha mendapatkan BBM lebih dari kebutuhan biasanya. Alasannya tentu saja agar ada persediaan di rumah. Mereka merasa lebih tenteram dengan persediaan lebih agar tak lagi kesulitan mendapatkan BBM. Melihat kondisi di lapangan, dia minta masyarakat tidak membeli BBM dalam jumlah berlebihan. "Jangan melakukan pembelian secara berlebihan karena itu akan merugikan yang lain yang belum bisa memperoleh BBM secara wajar, dan masyarakat jangan panik, sebab kalau panik malah repot, pemerintah tetap menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat," demikian Syahbenol. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads