Mahasiswa Aksi, SBY Berpantun
Selasa, 27 Sep 2005 15:31 WIB
Palembang - Meski purnawirawan jenderal, tapi Presiden SBY rupanya pintar berpantun. Saat berkunjung ke Palembang, SBY melantunkan pantun karyanya, walau sejumlah mahasiswa menyambutnya dengan aksi unjuk rasa. "Sungai Musi membelah kota Palembang. Mengalir jauh ke selat Melaka. Betapa hati tidak berbahagia, megah nian bandara Sultan Mahmud Badaruddin II," kata Presiden SBY sebelum memberikan sambutannya dalam membuka Pameran Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional Tahun 2005 di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa (27/9/2005). Sebelum melantunkan pantun itu, SBY sebenarnya didemo oleh sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi di kampus IAIN Raden Fatah Palembang, Universitas Muhammadiyah Palembang, dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Bahkan, di depan kampus IAIN Raden Fatah Palembang, Jl. Jenderal Sudirman, para mahasiswa yang melakukan aksi sempat bersitegang dengan aparat polisi, sesaat sebelum Presiden SBY melalui jalan itu dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Ketegangan juga terjadi di muka kampus Universitas Muhammadiyah Palembang di Jalan Ahmad Yani. Semua aksi itu isinya menuntut Presiden SBY membatalkan rencana menaikan harga BBM pada 1 Oktober 2005 mendatang. Bahkan, sejumlah mahasiswa saat melakukan orasi meminta Presiden SBY untuk mundur. "Presiden SBY adalah presiden pinter ngomong, dan kita diberi mimpi-mimpi, sementara kita kelaparan," kata seorang mahasiswa saat berorasi di kampus IAIN Raden Fatah Palembang.
(asy/)











































