DetikNews
Sabtu 06 April 2019, 15:25 WIB

Gus Irfan Bela Sandi: Bendera Saja Protes, NU Jadi Mesin Kampanye Kok Tak Protes?

Tim detikcom - detikNews
Gus Irfan Bela Sandi: Bendera Saja Protes, NU Jadi Mesin Kampanye Kok Tak Protes? Foto: Irfan Yusuf jadi jubir Prabowo-Sandiaga (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan menanggapi terkait protes keras yang disampaikan PCNU Lumajang kepada Cawapres Sandiaga Uno lantaran mengibarkan bendera NU saat kampanye. Gus Irfan meyindir balik NU yang selama ini seolah menjadi mesin kampanye bagi kandidat tertentu.

"Itu kan menunjukkan bahwa sekadar bendera dibawa kampanye saja protes. Sementara NU sekarang dijadikan mesin kampanye, kenapa nggak diprotes?" kata Gus Irfan saat dihubungi, Sabtu (6/4/2019).



Gus Irfan meminta semua pihak untuk melakukan evaluasi diri. Menurut dia, menjadikan NU sebagai mesin kampanye lebih parah dibandingkan membawa bendera NU saat kampanye.

"Saya kira lebih parah mana, sekadar membawa bendera NU di kampanye atau menjadikan NU sebagai mesin politik dari kampanye itu sendiri. Saya tahu persis di semua daerah NU dijadikan mesin politik untuk kampanye itu. Itulah perbandingannya, sebelum memprotes mari kita introspeksi apakah kita sudah benar sebelum memprotes orang lain? Cobalah diinstropeksi dulu, kalau kita sepakat NU tidak boleh dilibatkan dalam politik, semuanya jangan dilibatkan. Kan lebih parah menjadikan NU sebagai mesin politik. Itu lebih parah," ujar dia.

"Kita lihat saat ini NU lebih aktif sebagai mesin kampanye dari pada partai politik itu sendiri, sekarang ini," sambung dia.



Gus Irfan juga mengatakan bendera NU yang dikibarkan Sandiaga itu dibawa oleh warga yang datang kampanye. "Gimana bawa bendera dengan tongkat sebegitu panjang? Ada teman yang bawa diserahkan kepada pak Sandi. Gitu saja," ujar Gus Irfan yang juga merupakan wakil ketua di Lembaga Perekonomian NU (LPNU).

Sebelumnya, NU Lumajang melayangkan protes keras terhadap cawapres Sandiaga Uno yang sempat mengibarkan bendera NU dalam kampanye terbuka. Menurut pengurus NU Lumajang, apa yang dilakukan Sandiaga bisa memicu gesekan horizontal.

"Kami menyampaikan bahwa tindakan pengibaran 'bendera NU' dalam kegiatan kampanye politik semacam itu adalah bentuk pelecehan kepada Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang dapat menimbulkan gesekan horisontal di tengah masyarakat," tutur Rais NU Lumajang Husni Zuhri dalam pernyataan yang dikutip pada Sabtu (6/4/2019).

PBNU Pastikan Tak Berpolitik Praktis

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjawab sindiran Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan yang menyebut NU saat ini seolah menjadi mesin kampanye bagi kandidat tertentu. PBNU menegaskan tak berpolitik praktis.

"Ya kan sudah berulang-ulang disampaikan bahwa secara organisasi NU tidak berpolitik. Makanya yang boleh berpolitik itu pribadi-pribadinya. Secara organisasi nggak ada berpolitik," kata Ketua PBNU Marsudi Syuhud saat dihubungi terpisah.


Tonton juga video Sandi Disebut Lakukan Pelecehan Saat Kibarkan Bendera NU:

[Gambas:Video 20detik]



Gus Irfan Bela Sandi: Bendera Saja Protes, NU Jadi Mesin Kampanye Kok Tak Protes?

(knv/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed