DetikNews
2019/04/05 19:30:50 WIB

Round-Up

TNI AU Pastikan Netralitas, Jamin Jet Tempur Tak Lewati Batas

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
TNI AU Pastikan Netralitas, Jamin Jet Tempur Tak Lewati Batas Pesawat Sukhoi (Foto: dok. Twitter TNI AU)
Jakarta - TNI Angkatan Udara (AU) menegaskan netralitasnya dalam Pilpres 2019. Penegasan itu sekaligus untuk membantah isu jet tempur milik TNI AU yang disebut mencegat pesawat capres Prabowo Subianto saat akan take off di Bandara Halim Perdanakusuma.

Tudingan itu pertama kali dilontarkan eks Kasum TNI Letjen TNI (Purn) JS Prabowo lewat akun Twitter @marierteman. Dia menyebutkan ada tiga jet tempur yang melintas saat pesawat Prabowo akan lepas landas menuju Purwokerto pada Senin (1/4).

"Info, saat akan menuju Purwokerto (1/4) pswt yg ditumpangi @prabowo aborted take off krn saat akan take off diujung runway melintas 3 jet tempur. Pengaduan resmi + CVR akn disampaikan kpd dirjen perhubungan udara," cuit JS Prabowo.

"Tgl 2/4 selesai kampanye di Sumbar tdk dikawal Polri. Itu aja," lanjut dia.


Menepis tudingan itu, Kasubdispenum Dispenau Kolonel Sus M Yuris mengatakan tak mungkin pihaknya menghalangi pesawat Prabowo. Sebab, selama ini TNI AU selalu menjunjung tinggi profesionalitas dan netralitas dalam setiap pemilihan umum.

"Tidak ada tendensi politik apa-apa. Jadi murni hanya profesionalisme kami kepada prajurit TNI AU menjelaskan kepada masyarakat, ini lo kejadian sebenarnya. Mohon tidak ada asumsi atau persepsi macam-macam kepada TNI AU menghalang-halangi salah satu kandidat. Tidak ada sama sekali perintah dari atasan kami sampai ke bawah itu yang memerintahkan menghalang-halangi. Terlalu naif kalau saya bilang, terlalu jauh. Karena komitmen netralitas ini kan luar biasa sudah sampai ke prajurit ke bawah sudah menyadari, sudah mematuhi semua apa yang diperintahkan Panglima TNI maupun kepala Staf AU," ujar Yuris di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2019).

"Jadi semua prajurit, mulai prajurit perwira tinggi sampai prajurit tingkat tamtama, sudah mengerti apa itu komitmen netralitas TNI. Ada 9 poin yang tidak diperkenankan, artinya dilarang anggota TNI untuk terlibat dalam proses atau tahapan pemilu ini. Jadi itu kami menggunakan semua saluran informasi baik internal kami, kami berikan selebaran dan sebagainya bahwa inilah yang tidak boleh. Ada buku saku kecil juga dibagikan kepada prajurit TNI AU biar bisa dibaca apa sih yang boleh dan tidak boleh dilakukan prajurit TNI dalam proses pemilu di tahun ini. Mungkin tidak pemilu tahun ini saja, tapi pemilu yang akan datang. Netralitas TNI adalah harga mati bagi kami," sambung dia.

Yusril lantas menceritakan sebab-musabab pesawat capres nomor urut 02 itu aborted take off atau batal lepas landas. Bukan dicegat oleh tiga jet tempur seperti tudingan awal, pesawat Prabowo batal lepas landas pada Senin (1/4) lantaran Kalong Flight, pesawat angkut sedang yang lepas landas sebelum pesawat 9HNYC yang ditumpangi eks Danjen Kopassus itu belum dalam kondisi aman.

"Dia ini pesawat ini (Kalong Flight) take off di depannya, kemudian climbing, baru di 1.500 feet, kemudian pesawat yang di belakangnya sudah open power dari ATC, kemudian menyadari itu pesawat ini belum bank ke kiri. Harusnya safety-nya itu setelah tidak ada lagi pesawat yang segaris lurus dengan pesawat yang akan take off berikutnya, nah itu makanya diperintahkan untuk close power lagi kemudian kembali ke line up untuk take off. Nah, seperti itu kejadiannya," tutur Yuris.

"Jadi bukan Sukhoi yang menghalangi, dan Kalong Flight ini pun tidak menghalangi karena dia kan cuma terbang saja, sudah diatur oleh ATC. Seperti itu kejadiannya," sambung dia.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed