Misteri Prabu Siliwangi, Leluhur Ma'ruf Amin

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 05 Apr 2019 17:21 WIB
Lukisan Prabu Siliwangi di Keraton Kasepuhan Cirebon (Tri Ispranoto/detikcom)
Jakarta - Saat berkampanye di Bumi Parahyangan, calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan dirinya merupakan putra Sunda keturunan Prabu Siliwangi. Terselubung kabut mitologi, siapakah sebenarnya Prabu Siliwangi?

Nama Siliwangi menjadi tanda akan kehormatan, kebanggana, dan kekuasaan masyarakat Sunda. Sosok legendaris itu sangat dihormati orang Sunda. Maka penguasa politik lumrah mengklaim dirinya sebagai anak turun Siliwangi.

"Siliwangi dijadikan sebagai pangkal silsilah/genealogis, yaitu sebagai penjamin status sosial dan psikologis masyarakat Sunda, terutama elite politik Priangan, dan sebagai cikal bakal raja-raja Islam di tatar Sunda," tulis Chye Retty Isnendes, pengajar di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI, dalam tulisannya di jurnal FPBS UPI Bandung yang diakses detikcom pada Jumat (5/4/2019).



Kata Siliwangi menjadi simbol teureuh menak atau 'trah ningrat' masyarakat Sunda. Nina Herlina Lubis, yang saat ini menjadi guru besar sejarah Universitas Padjadjaran, pernah menulis dalam karyanya, 'Tradisi dan Transformasi Sejarah Sunda', tentang tema ini. Pada era Kolonial Belanda, proses penentuan elite birokrat juga dipengaruhi oleh pesona klaim trah Siliwangi. Calon elite pribumi yang berdarah Siliwangi akan dijamin memiliki otoritas tradisional yang diperlukan. Pemerintah kolonial Belanda memang menghendaki pemimpin kabupaten itu memiliki otoritas tradisional.

Misteri Prabu Siliwangi, Leluhur Ma'ruf AminCawapres Ma'ruf Amin (Foto: dok. TKN Jokowi-Ma'ruf)

"Prabu Siliwangi sebagai pangkal silsilah adalah untuk mengangkat gengsi seorang calon bupati agar pengangkatannya lebih legitimated. Dengan demikian, ia memiliki identitas yang jelas dan dapat dijadikan sebagai 'modal awal' yang sangat berarti," tulis Nina Herlina Lubis.



Soal pemimpin modern yang menyatakan punya keturunan masa lalu, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid bahkan pernah dinyatakan sebagai keturunan Raja Majapahit Brawijaya V. Sebagaimana ditulis oleh Imron Nawawi dalam buku 'Tertawa ala Gus Dur', sang presiden pernah menyatakan secara terbuka dia adalah keturunan Raden Brawijaya V dari selir asal Negeri Champa. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah menyatakan dirinya sebagai keturunan pemimpin Majapahit. Putra SBY, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dikatakan elite Partai Demokrat sebagai keturunan ke-14 Majapahit.


Siapa Prabu Siliwangi?

Kembali ke Prabu Siliwangi, siapakah sebenarnya dia? Budayawan Ajip Rosidi pernah meragukan keberadaan Prabu Siliwangi secara historis. Titi Surti Nastiti dan Endang Widyastuti dalam jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Purbawidya menjelaskan soal Prabu Siliwangi menurut catatan sejarah.

Dalam kepercayaan masyarakat Sunda, Prabu Siliwangi adalah Raja Sunda Galuh yang berkedudukan di Pakuan Pajajaran. Namun nama Siliwangi tidak pernah ditemukan dalam prasasti-prasasti yang ditemukan di Jawa Barat. Nama Siliwangi juga tidak pernah disebutkan dalam naskah Carita Parahyangan yang menuliskan silsilah raja-raja yang berkuasa di Sunda sejak Raja Sanjaya hingga Raja Nu Siya Mulia.



Naskah yang menyebut nama Siliwangi adalah naskah Sanghyang Sikskanda Ng Karesian. Dalam naskah itu, Siliwangi adalah salah satu judul cerita pantun yang dikenal pada masa itu, selain pantun-pantun yang lain. Adalah Bapak Permuseuman Indonesia, Mohammad Amir Sutaarga, yang yakin bahwa Prabu Siliwangi benar-benar ada secara historis.

Menurut Amir, Prabu Siliwangi adalah Sri Baduga Maharaja (1482-1521). Filolog bernama Ayatrohaedi menilai pantun Siliwangi dibuat saat Sri Baduga Maharaja masih hidup, maka tidak mungkin raja yang masih hidup dibikinkan puisi seolah-oleh raja tersebut sudah lama mangkat. Ayatrohaedi menilai Prabu Siliwangi adalah Niskala Wastu Kancana, yang menggantikan ayahnya Prabu Maharaja yang dikenal sebagai Prabu Wangi, Raja yang gugur di Perang Bubat. Niskala Wastu Kancana baru berusia 9 tahun ketika ayahnya gugur di medan perang.

"Jadi sampai sekarang siapa sebenarnya tokoh Siliwangi masih diperdebatkan," tulis Titi Surti Nastiti dan Endang Widyastuti dalam tulisan 'Analisis Pseudo Prasasti dari Sukabumi'. Ternyata identitas Siliwangi masih misterius.

Mumuh Muhsin Z dari Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran dalam tulisannya 'Prabu Siliwangi: Sejarah atau Dongeng?' menjelaskan nama Siliwangi memang terdapat di pantun, bukan prasasti. Naskah kuno yang memuat pantun berisi penyebutan Siliwangi adalah Naskah Carita Parahiyangan, Naskah Sangyang Sikskanda Ng Karesian, dan Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, Naskah Bujangga Manik. Nama Siliwangi memang tak ada di prasasti, tapi ini sama saja dengan nama raja-raja di Jawa Timur yang tak semuanya tercantum di prasasti, melainkan di naskah.

"Kenyataan itu tidak membuat penaifan keberadaan mereka sebagai tokoh sejarah, kemudian diturunkan menjadi tokoh mitos atau tokoh sastra," kata Mumuh.



Meski nama Siliwangi lebih menjadi mitos, Mumuh mengajak semua pihak tak meremehkan mitos, karena mitos adalah fakta mental yang tak bisa dikesampingkan dari masyarakat. Nama Siliwangi adalah julukan alias gelar. Sebagian ahli berpendapat ada empat Raja Sunda yang bergelar Siliwangi, yakni Prabu Maharaja Linggabuana, Niskla Wastu Kancana, Sri Baduga Maharaja, dan Surawisesa. Sebagian ahli menyatakan ada tujuh raja yang bergelar Siliwangi, sebagian lagi menyatakan ada dua belas orang raja. Namun Mumuh lebih yakin bahwa Siliwangi adalah Sri Baduga Maharaja, tak masalah bila pantun yang menyebut Siliwangi dibikin saat Sri Baduga Maharaja masih hidup, toh raja-raja di Jawa Timur juga dibikinkan karya sastranya saat raja yang bersangkutan masih hidup.

"Simpulannya adalah keberadaan Prabu Siliwangi itu historis, bukan mitos, bukan dongeng," kata Mumuh.




Simak Juga 'Agenda Kampanye Padat, Ma'ruf: Kayak Sopir Taksi Kejar Setoran':

[Gambas:Video 20detik]



Misteri Prabu Siliwangi, Leluhur Ma'ruf Amin

(dnu/fjp)