SPBU Diserbu, Pengecer BBM di Semarang Naikkan Harga
Selasa, 27 Sep 2005 13:54 WIB
Semarang - Kepanikan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM membuat seluruh SPBU diserbu pembeli. Pengecer yang masih mempunyai cadangan pun jadi alternatif. Tentu saja dengan harga yang berbeda dibanding hari-hari biasanya.Seorang pengecer di Jl. Imam Barjo Semarang, Santi (29) mengaku menaikkan harga premium hingga Rp 3.500. Padahal biasanya harga per liter hanya Rp 2.900. "Sekarang kan premium susah didapat Mas. Jadi kalau harganya naik ya sudah biasa," katanya kepada detikcom, Selasa (27/9/2005).Ketika ditanya soal cadangan premium, Santi tidak mau menjelaskan. Dia mengaku membelinya beberapa hari lalu. Itu pun tidak banyak, paling hanya 10 liter.Menurut pantauan, ketika Santi mengeluarkan satu jirigen berisi 30 liter, sejumlah pengendara sepeda motor langsung mengerubutinya. Premium dengan harga'alternatif' itu pun habis seketika."Kalau sudah habis begini, saya tidak tahu harus cari di mana lagi. Soalnya, sekarang SPBU melarang pembeli menggunakan jirigen meski tahu kami pengecer,"tambahnya.Sementara di Jl. Karangrejo, Kawasan Jatingaleh, harga premium sudah mencapai Rp 4.000 per liter. Meski demikian, pembeli tidak peduli. Mereka tetap 'menyedot' premium agar kendaraannya tetap berjalan."Mau ke SPBU saya tidak kuat ngantrinya. Lama banget. Jadi lebih baik beli eceran saja meski harganya lebih mahal," tutur seorang pembeli yang enggan disebut namanya.Hingga siang ini, Selasa (27/9), seluruh SPBU di Semarang masih diserbu pembeli. Antrean panjang pun tak terelakkan. Di pinggiran kota seperti Kawasan Krapyak, sejumlah SPBU malah kehabisan stok.
(asy/)











































