Antrean Kendaraan di SPBU Pekanbaru Hingga 3 Lajur

Antrean Kendaraan di SPBU Pekanbaru Hingga 3 Lajur

- detikNews
Selasa, 27 Sep 2005 13:24 WIB
Pekanbaru - Kesabaran sopir angkutan umum dan truk di Pekanbaru, Riau diuji. Keinginan untuk memperoleh bahan bakar minyak (BBM) solar secara mudah tampaknya belum juga kesampaian. Sebab, memasuki minggu kedua, kelangkaan BBM solar masih terus terjadi.Hampir di seluruh SPBU Pekanbaru persediaan solar terbatas. Sejumlah petugas SPBU mengakui dalam 2 pekan ini pasokan solar berkurang. Bahkan, setiap SPBU dipasok BBM oleh Pertamina, hanya dalam waktu 5 jam stok itu langsung habis.Pantauan detikcom Selasa (27/9/2005) di sejumlah SPBU Pekanbaru, antrean truk dan bus terlihat panjang dan berjajar tiga baris. Pemandangan tersebut tampak di SPBU Jalan Arifin Ahmad,Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Sudirman.Persediaan solar yang minim di SPBU tersebut menyebabkan SPBU hanya mampu melayani 5 jam. Setelah itu, petugas buru-buru memasang pengumuman "Solar Habis".Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kekisruhan, Polda Riau mengantisipasi kerawanan dengan mengirimkan pasukannya ke masing-masing SPBU. Jadilah, setiap SPBU dijaga 6 personel polisi.Kapolda Riau Brigjen Pol S Damanhari saat dihubungi detikcomI> mengatakan Polri bersama Pertamina melakukan kerjasama dalam mengecek meteran, karena pihaknya menerima keluhan dari pengemudi, bahwa ada SPBU nakal.Kapolda juga mengimbau kepada pengusaha dan industri untuk tidak melepas kendaraan angkutannya ke SPBU untuk tidak menigsisi BBM. "Saya meminta pertanggungjawaban dari industri yang ada," kata dia. Perwakilan Pertamina Riau Gandhi Sri Widodo menyatakan kelangkaan solar 2 tahun terakhir tidak terlepas dari tindakan pihak industri besar di Riau yang mengurangi pasokan BBM solar. Permintaan solar dari industri menurun 20 persen dari biasanya. "Ada indikasi kuat, industri-industri besar di Riau melepas angkutannya untuk melepas ke SPBU untuk mendapatkan BBM. Karena harga SPBU merupakan harga yang disubsidi," kata dia. (jon/)


Berita Terkait