DetikNews
Jumat 05 April 2019, 11:07 WIB

BPTJ Bantah Tarif Tol RI Mahal, BPN Bandingkan dengan Malaysia dan Brasil

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
BPTJ Bantah Tarif Tol RI Mahal, BPN Bandingkan dengan Malaysia dan Brasil Foto: Suhendra Ratu Prawiranegara (Dok. Pribadi)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno heran dengan bantahan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR terkait mahalnya tarif tol yang dibangun era Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (JK). Sebab, data yang dihimpun BPN berkata lain.

"Data yang kami himpun ini berdasar dari berbagai sumber di beberapa negara. Di antaranya Malaysia dan Brasil. Sebagai contoh tarif tol Johor Baru ke Kuala Lumpur dalam kisaran 50,5 Ringgit Malaysia, jarak Johor Baru-Kuala Lumpur berkisar 350 kilometer. Jika kita hitung dalam rupiah, kurs 1 RM adalah Rp 3.400 maka per kilometer tarif tol Kuala Lumpur-Johor Baru adalah Rp 490. Bisa dikatakan, dengan performa, standar pelayanan, fasilitas yang terdapat pada jalan tol Johor-KL tersebut, tarif tol yang dikenakan sangat murah. Contoh lainnya adalah ruas tol KLIA-Kuala Lumpur, yang berjarak 55 kilometer tarif tolnya adalah 5,8 RM ekuivalen dengan Rp 358 per kilometernya," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga bidang infrastruktur dan pembangunan, Suhendra Ratu Prawiranegara dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2019).

"Awal Bulan Maret lalu, saya dan tim baru saja survei ke lokasi ruas-ruas tol yang ada di Malaysia. Kami dokumentasikan semua bukti-buktinya," imbuh dia.


Contoh berikutnya adalah tarif tol di negara Brasil, Amerika Selatan. Suhendra mengatakan, di Brasil rata-rata tarif tol sebesar Rp 420/km.

"Negara Brasil juga dapat dijadikan contoh bagaimana pelayanan dan performa jalan tolnya cukup baik. Jarang sekali terdapat kemacetan di jalan tol. Keselamatan pengguna jalan menjadi utama, ada juga keistimewaan bagi manula dan bumil (ibu hamil) yang tidak boleh antri (prioritas) saat akan melintas di pintu tol," kata Suhendra.

Suhendra mengatakan tarif tersebut jauh berbeda dengan tarif tol ruas Trans Jawa. Rata-rata tarif tol ruas Trans Jawa sebesar Rp 1.000 sampai dengan Rp 1.500 per kilometer.

"(Jadi) Tarif tol di Indonesia memang mahal. Pemerintah sebaiknya legowo akui," imbuh Suhendra.


Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR menyebut tidak benar jika investasi pembangunan jalan tol di Indonesia mahal dan berdampak pada penetapan tarif. Hal itu untuk menjawab iklan kampanye pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang menyindir tarif mahal jalan tol yang dibangun era Presiden Jokowi dan Wapres JK.

"Tidak benar," kata Kepala BPJT Danang Parikesit saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (4/4).


Saksikan juga video 'Pemerintah Ngaku Integrasi Tarif Tol JORR Sudah Telat':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed