Sosok Buchari Muslim yang Jadi Tersangka Penipuan Visa Haji

Mei Amelia, Samsuduha WIldansyah - detikNews
Jumat, 05 Apr 2019 11:01 WIB
Foto: dok.istimewa
Jakarta - Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap Buchari Muslim terkait dugaan penipuan visa haji. Buchari juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Siapa sebenarnya sosok Buchrai Muslim ini?

Kapitra Ampera selaku mantan pengacara Habib Rizieq Shihab mengaku kenal dengan Buchari. Kapitra juga mengaku sempat menemui Buchari di Polda Metro Jaya pada Kamis (4/4) setelah penangkapan Buchari.

"Saya pastikan dia sudah diperiksa. Dia ini 'kan pendiri PA 212 dan caleg DPR-RI dari PAN. Saya kenal dia lama sejak dulu kita sama-sama di GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa)," jelas Kapitra saat dihubungi detikcom, Jumat (5/4/2019).

Kapitra mengaku dirinya sempat dihubungi setelah Buchari ditangkap. Kapitra juga sempat mendampingi pemeriksaan Buchari di Polda Metro Jaya.

"Dia ditangkap kemarin pukul 05.00 WIB, pukul 05.30 itu dia ada telepon saya, kemudian setelah dia sampai di Polda juga telepon saya. Saya datang ke Polda dan melihat dia, karena keluarganya juga nyari-nyari, saya datang menghadap ke Polda dan ternyata memang benar dan dia sudah diperiksa," jelas Kapitra.

Kapitra mengklaim dirinya diminta menjadi pengacara Buchari. Namun, Kapitra menolaknya karena sedang sibuk pencalegan.

"Dia memang meminta sama saya untuk menjadi pengacaranya, tetapi saya tidak bisa karena saya kan lagi caleg juga. Nanti hak-hak dia terabaikan kalau saya jadi pengacaranya sementara saya harus kampanye," paparnya.

Kapitra menambahkan, dalam pertemuan tersebut, Buchari juga mengakui kesalahannya. Buchari, kata dia, mengakui soal pengurusan visa haji yang berujung pidana tersebut.

"Itu pengakuan dia, dia urus visa untuk jamaah haji tahun 2017. Ada 27 orang korban, yang lapor cuma satu orang si Jamal. Dia urusin visa, jadi beberapa jamaah yang ingin berangkat diuruslah visanya lewat dia, visanya nggak keluar, paspor juga belum kembali saya dengar dari polisi. Dia bilang 27 orang yang nggak berangkat itu," tuturnya.

Buchari juga mengaku kepada Kapitra telah membayar sebagian uang calon jamaah. "Iyalah dia akui, 'kan dia bilang juga sudah pulangin USD 40.000 totalnya USD 140.000, kejadiannya 2017. Dilaporkan kalau nggak salah itu April 2018 pas mau musim haji 2017," tandasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkap soal penangkapan Buchari pada Kamis (4/4) kemarin. Buchari ditangkap terkait dugaan penipuan visa haji.

Sampai dibuat laporan polisi, Buchari tak mengurus visa haji yang dimintakan oleh korban. Selain itu, Buchari juga menyebut dirinya tak menerima uang seperti yang dijelaskan oleh MJ.

"Terlapor tidak mengakui bahwa menerima uang sebesar USD 136.500 karena menurut terlapor saat itu pelapor hanya menyerahkan paspor sebanyak 27 buah," tutur Argo, Kamis (4/4).




Saksikan juga video 'Janji Bisa Hajikan Orang Pakai Visa Pejabat, Ibu Ini Diciduk!':

[Gambas:Video 20detik]

(mei/fjp)