Menko Polhukam: Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Masih Wajar
Selasa, 27 Sep 2005 12:43 WIB
Jakarta -
Demo menolak kenaikan harga BBM meluas di berbagai daerah. Tapi, Menko Polhukam Widodo AS menilai aksi-aksi yang digelar sejumlah elemen itu masih wajar, sepanjang sesuai aturan dan hukum.Hal itu disampaikan Widodo AS usai sarasehan nasional di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (27/9/2005). "Kalau ada reaksi itu wajar di dalam kehidupan demokrasi. Kita harus kelola dengan baik," tandas Widodo.Menurut dia, sepanjang aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM tetap sesuai aturan dan menghormati hukum itu merupakan bagian dari hak demokrasi. Dia menegaskan pemerintah terpaksa melakukan kenaikan harga BBM karena terkait dengan kebijakan fiskal dan sebagainya.Aksi penolakan kenaikan harga BBM ini tidak hanya datang dari para mahasiswa saja. Sebab, pada Minggu 25 September 2005 ibu-ibu rumah tangga juga melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka pun membawa alat-alat rumah tangga sebagai bukti bahwa ekonomi keluarga bakal goyah jika harga BBM kembali naik.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































