Yang Sabar, Yang Akal-akalan

BBM Langka di Yogya

Yang Sabar, Yang Akal-akalan

- detikNews
Selasa, 27 Sep 2005 12:31 WIB
Yogyakarta - Kehidupan bak terasa terlempar ke pelosok Gunung Kidul atau Wonogiri. Mencari bahan bakar minyak (BBM) ibarat mencari air di dua daerah yang terkenal kering kerontang tersebut. Inilah yang dialami oleh warga Yogyakarta, beberapa hari belakangan ini.Saking sulitnya, demi mendapatkan geloyoran beberapa liter bensin, strategi pun harus digelar. Sumaryono misalnya. Karyawan swasta ini memilih cara konvensional. Ia 'mencutikan' setengah hari kerjanya khusus untuk mengantre BBM di SPBU Maguwo, Selasa (27/9/2005)."Saya antre sejak pukul 09.00 WIB, sampe siang (pukul 11.00 WIB) ini baru maju setengah antrean. SPBU Prujakan di dekat rumah saya tutup, jadi saya antre di sini," ujarnya. Sementara di belakangnya ratusan motor memanjang hingga 150 meter. Sumaryono sabar menanti, walau ia harus bolos setengah hari.Lain lagi, akal-akalan Satrio. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Magelang ini sudah berantisipasi sejak jauh hari. Selain mewanti-wanti anak-istrinya agar tak jauh-jauh saat beraktivitas keluar, sejak 2 hari lalu, bila malam tiba, tak lupa ia absen di SPBU Mudal Jl. Palagan, Sleman.Begitu satu mobilnya terisi full tank, ia pulang ke rumah, balik ke SPBU lagi membawa mobil lainnya, isi full tank, pulang, balik lagi ke SPU membawa sepeda motor, isi full tank dan baru setelah itu tidur nyenyak. Walau belakangan sedikit antre, rutinitas darurat itu tetap dilakoninya hingga 1 Oktober tiba.Itu cerita yang sukses mendapatkan 'seteguk' premium. Ada juga yang sudah menyiapkan akal bulus, tetap saja mentok. Budi Darmawan yang tinggal di Sewon, Bantul punya strategi lain. Ia menyimpan tenaga untuk sebuah serangan fajar dengan misi mendapatkan premium.Teorinya begini, pagi-pagi sekali saat orang masih nyenyak tidur, pastilah antrean berkurang, bahkan SPBU bisa jadi kosong melompong. Jadilah Budi, Senin (27/9), pukul 05.00 WIB, keluar rumah, menyisir jalan ringroad selatan-timur hingga ke kawasan Gondokusuman, Yogyakarta.Apa yang didapat? SPBU benar kosong melompong..., bukan saja oleh antrean manusia namun juga oleh persediaan premium. Empat SPBU yang dilewatinya, SPBU Giwangan I, SPBU Giwangan II, SPBU Ngangkruk, SPBU Janti, kompak menulis 'Maaf Premium Habis.'Alamak.....ternyata strategi apa pun dijamin mentok bila faktanya premium memang tidak tersedia. Duh......BBM! Yang sabar, yang sabar! (tbs/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads