Elektabilitas PPP Disebut Tergerus OTT Romahurmuziy

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 04 Apr 2019 16:50 WIB
Ilustrasi/Romahurmuziy di gedung KPK/Foto: Ari Saputra-detikcom
Jakarta - Charta Politika menyebut tergerusnya suara PPP merupakan efek dari operasi tangkap tangan (OTT) Romahurmuziy yang saat itu menjabat ketum.

Romahurmuziy ditangkap KPK pada Jumat (15/3). Sedangkan survei Charta Politika digelar pada 19-25 Maret 2019. Elektabilitas PPP yang pada survei sebelumnya sebesar 3,6 persen kemudian turun menjadi 2,4 persen.

"Tidak direkam, tapi asumsikan, karena survei saat hangat-hangatnya, 19 sampai 25 (Maret) itu, masa masa ketua umum PPP kena OTT. berita satu minggu itu sangat didominasi oleh berita OTT," ujar Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, kepada wartawan di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Dengan elektabilitas 2,4 persen, PPP rawan tidak lolos ke DPR yang mensyaratkan perolehan suara 4 persen suara nasional.






"Sehingga, kita lihat meski tidak tanya langsung, bagaimanapun lihat survei, pengaruh OTT Rommy membuat penurunan di angka elektabilitas PPP," kata Muslimin.

Survei Charta Politika menunjukkan 7 partai politik yang bisa lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold berdasarkan hasil survei.


Survei ini digelar pada 19 Maret sampai 25 Maret 2019 dengan metode multistage random sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi. Sedangkan, margin of error survei sebesar +/- 2,19% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berikut elektabilitas parpol berdasarkan survei Charta Politika:


PDIP: 26,3%
Gerindra: 16,2%
Golkar : 11,3%
PKB : 8,5%
Demokrat : 5,2%
NasDem : 5,2%
PKS : 5,0%
PAN : 3,3%
PPP : 2,4%
PSI : 2,2%
Perindo : 2,0%
Hanura : 1,0%
PBB : 0,5%
PKPI : 0,2%
Garuda : 0,2%
Berkarya : 0,1%
Belum menentukan pilihan 11,7%



Simak juga video Imbas Kasus Rommy, PPP Terancam Gagal Lolos Parlemen:

[Gambas:Video 20detik]

(aik/fdn)