Pimpinan JAD di Karawang Ditangkap, Terlibat Bom Surabaya-Solo

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 04 Apr 2019 13:27 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat menjelaskan soal meninggalnya wanita terduga teroris asal Klaten, Y alias Khodijah (Foto: Audrey/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap seorang yang diduga pimpinan kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pria yang dimaksud adalah A, bos dari teroris WP alias Sahid yang sebelumnya ditangkap di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Ya betul," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi detikcom melalui pesan singkat, Kamis (4/4/2019).


Dedi menuturkan A ditangkap di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (3/4) kemarin. Dedi menyampaikan Satgas Antiteror di wilayah dan Densus 88 Antiteror masih melakukan pengejaran terhadap anggota-anggota A.

"Terus dikembangkan sampai di wilayah Jabar dan Jatim. Jumlah seperti yang kemarin, dikejar sekitar delapan orang terkait kelompok tersebut," ucap Dedi.


Total anggota JAD yang berhasil diamankan aparat sampai dengan hari ini adalah 12 orang.

Polisi sebelumnya menyebut A terlibat beberapa serangan teror, di antaranya serangan bom di Surabaya dan bom bunuh diri di Polres Surakarta.


"A dalam kelompok ini sebagai amirnya. (Jejak terorisme A) salah satunya masih terkait masalah bom Surabaya, kemudian masih ada beberapa serangan-serangan terorisme yang dilakukan di Solo. Kan ada beberapa kejadian di Solo, termasuk bom bunuh diri di Polresta Surakarta itu," terang Dedi, Selasa (2/4). (aud/jbr)