KPU Bantah Tuduhan Server Disetting untuk Menangkan Jokowi 57%

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 04 Apr 2019 12:28 WIB
Kantor KPU (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Sebuah video berisi tuduhan ke KPU beredar di medsos. Di video itu, KPU dituduh sudah mengatur agar Jokowi-Ma'ruf Amin menang 75%. KPU tegas membantah tuduhan tersebut.

Video yang viral itu memperlihatkan seorang pria bicara di sebuah pertemuan. Pria itu bicara banyak hal, salah satunya soal KPU.

"Di KPU, saya bulan Januari ke Singapore karena ada kebocoran data. Ini tak buka saja. 01 sudah membuat angka 57%," kata pria tersebut.

Tidak diketahui siapa pria di video tersebut dan pertemuan apa yang sedang berlangsung. Tidak ada pula keterangan soal kapan video itu diambil.



Dengan tegas, KPU membantah isi video tersebut. Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari, menegaskan tuduhan bahwa server KPU sudah disetting untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf adalah tidak benar.

"Materi/substansi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar," kata Hasyim dalam keterangan tetulisnya, Kamis (4/3/2019).

Hasyim mengatakan tidak ada server KPU yang di luar negeri, semuanya di dalam negeri. Dia juga menegaskan bahwa penghitungan suara dilakukan secara manual bertingkat dari TPS, PPK, KPU Kab/Kota, KPU Provinsi dan KPU.



Hasil scan Form C1 selanjutnya diunggah di website KPU setelah penghitungan suara selesai di TPS. Hasil penghitungan suara di TPS bisa diawasi oleh semua pihak sebelum kemudian ditampilkan di situs KPU. Saksi, Panwas TPS, pemilih, pemantau, hingga media diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano.

"Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan capres melalui sistem IT," tegas Hasyim.

KPU merasa dirugikan atas tuduhan ini. KPU akan melaporkan tuduhan di video itu ke Mabes Polri.

"Berdasarkan tuduhan tidak berdasar yang beredar lewar video tersebut, KPU merasa dirugikan dan akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri," tutupnya. (imk/fjp)