Kadernya Blokir Rumah Ketua NasDem, Gerindra Minta Tak Dikaitkan Pemilu

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 03 Apr 2019 14:47 WIB
Yulianto saat memblokir rumah yang ditinggali Ketua Nasdem Blora. (Foto: Dok. Yulianto)
Jakarta - Partai Gerindra meminta kasus pemblokiran rumah Ketua DPD Partai NasDem Blora Sri Sudarmini oleh Ketua DPC Gerindra Blora Yulianto tak dikaitkan dengan pemilu. Gerindra menegaskan kasus tersebut merupakan urusan pribadi.

"Saya prihatin ini urusan domestik rumah tangga orang kok dikaitkan dengan politik pemilu," ungkap Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (3/4/2019).

Gerindra menegaskan pihaknya tak akan ikut campur dalam urusan rumah tangga elitenya di Blora itu. Habiburokhman berharap kasus pribadi tak perlu dipersoalkan hingga ranah publik.

"Kita nggak akan ikut campur dan kami harap juga publik dan media nggak perlu ikut campur," tuturnya.


"Sayang sekali kalau ruang publik isinya jadi tidak bermutu seperti ini. Mari kita bicara gagasan saja, apa yang terbaik untuk negeri ini," sambung Habiburokhman.

Kasus ini bermula dari perseteruan antara Yulianto dan mantan istrinya, Dani Berlina, yang merupakan anak Sri Sudarmini. Yulianto melakukan pemblokiran akses masuk rumah yang ditinggali Dani bersama sang ibu.

Aksi blokir akses masuk rumah dilakukan dengan cara mengunci pagar rumah menggunakan rantai yang digembok dari luar. Lantaran aksi itu, akses keluar-masuk rumah pun menjadi terisolasi. Kasus ini merupakan perkara harta gono-gini.

Pihak Yulianto dan Dani Berliana sama-sama melapor ke polisi terkait perebutan harta gono-gini yang menjadi masalah seusai perceraian keduanya.

"Keduanya ini suami-istri kemudian cerai. Setelah cerai, timbul harta gono-gini. Itu dibagi begitu. Di antara pembagian itu, Si Yulianto merasa dikriminalisasi. Padahal itu sudah ada kesepakatan di antara kedua belah pihak, setelah putusannya di pengadilan agama, harta gono-gini dibagi dua, antar-kedua belah pihak beserta anak-anak," kata Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo.


Sementara itu, menurut Yulianto, tindakan blokir akses masuk rumah tersebut sebagai upaya menghargai dan mengamankan aset milik gono-gini. Alasannya, agar tidak ada pihak luar yang bermaksud menguasai bahkan menghilangkannya.

"Semua adalah milik gono-gini. Karena mantan istri sudah masukkan eksekusi, maka saya sangat menghargai dan ikut mengamankannya. Jangan sampai orang yang tidak berhak ingin menguasai atau menghilangkan barang yang tercantum dalam putusan PA," ucap Yulianto.

Kemudian, menurut Sri Sudarmini, Yulianto sempat meminta uang agar pemblokiran rumah dibuka. Namun, jika tak diberikan, maka Yulianto tetap akan menyegel rumah tersebut.

"Jadi ini sepertinya ingin tawar-menawar, dia minta uang Rp 1,2 M. Kalau itu dikasih berarti pintu ini akan dibuka. Kalau enggak, ya ini tetap dikunci. Padahal ini semua sudah bersertifikat nama asli Mbak Dani Berliana. Mintanya tadi malam, sempat nego sama Mbak Dani," jelas Sri Sudarmini, terpisah.



Simak Juga "Rumahnya Dieksekusi, Caleg Partai NasDem Ini Nangis":

[Gambas:Video 20detik]

(ear/fjp)