DetikNews
Rabu 03 April 2019, 14:19 WIB

KM Kendhaga Nusantara 11 Siap Beroperasi di Tol Laut Indonesia Timur

Nabila Nufianty Putri - detikNews
KM Kendhaga Nusantara 11 Siap Beroperasi di Tol Laut Indonesia Timur Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Kapal tol laut KM Kendhaga Nusantara 11 resmi dilepas dari galangan kapal menuju pelabuhan pangkal Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kapal buatan PT Industri Kapal Indonesia (PT IKI) Makassar itu akan melayani tol laut Indonesia timur.

"Rencananya kapal ini akan tiba di pelabuhan pangkal Kupang pada hari Jumat (5/4) untuk melayani kegiatan tol laut pada trayek T-13 dari Tenau-Rote-Sabu-Lamakera-Tenau dan trayek T-14, yakni Tenau-Lewoleba-Tabilota-Larantuka-Marapokot-Tenau, yang menghubungkan dengan trayek H-3," jelas Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Capt Budi Mantoro dalam keterangannya, Rabu (3/4/2019).


Kegiatan pelepasan KM Kendhaga Nusantara 11 tersebut disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Victor Vikki Subroto, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut yang diwakili oleh Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Capt Budi Mantoro, serta Direktur Utama PT Pelayaran Pelangi Tunggal Ika.

Budi menambahkan, PT IKI Makassar telah membangun dua unit kapal (sister ship), yaitu KM Kendhaga Nusantara 2 dan KM Kendhaga Nusantara 11, di mana KM Kendhaga Nusantara 2 telah lebih dulu dilepas ke pelabuhan pangkal Teluk Bayur untuk memberikan pelayanan tol laut kepada masyarakat di wilayah barat Indonesia.

Menurutnya, adanya kapal tol laut KM Kendhaga Nusantara 11 berkapasitas 100 Teus ini diharapkan dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat di wilayah NTT karena moda kapal laut memiliki keunggulan mampu memuat muatan lebih banyak dibanding menggunakan moda transportasi lain.

"Kami juga berharap kapal ini mampu menjadi sarana bagi masyarakat wilayah NTT dan sekitarnya untuk memanfaatkannya dalam mengirim barang kebutuhan masyarakat, kebutuhan pokok penting, hasil produksi usaha kecil-menengah (UKM), hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, hasil perindustrian, dan hasil pertambangan," kata Budi.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengatakan pemerintah sangat concern terhadap penyelenggaraan tol laut yang sudah memasuki tahun kelimanya.

Capt Wisnu menyebutkan, capaian tol laut yang berhasil dicatat pekan ini adalah telah dilakukannya pemuatan ikan dengan reefer container (kontainer berpendingin) pada kapal tol laut KM Logistik Nusantara 2 di Pelabuhan Soasio Tidore.

"Hingga hari ini muatan hasil perikanan yang diangkut dengan reefer container telah masuk ke dalam kapal KM Logostik Nusantara 2 dan kapal siap diberangkatkan," kata Capt Wisnu.


Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan muatan balik, termasuk muatan hasil perikanan yang sekarang sudah bisa diangkut sebagai muatan balik dengan reefer container.

"Kemarin kami mendapat laporan bahwa pengiriman perdana muatan balik gurita dari Banggai dengan kapal tol laut KM Kendhaga Nusantara telah dilakukan kemarin. Hal tersebut membuat kami semakin yakin upaya optimalisasi muatan balik yang tengah kami lakukan perlahan membuahkan hasil," tutup Capt Wisnu.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed