DetikNews
Selasa 02 April 2019, 18:49 WIB

Megawati Cerita Neno Warisman Pengaruhi Warga Kebagusan Saat Pilgub DKI

Faiq Hidayat - detikNews
Megawati Cerita Neno Warisman Pengaruhi Warga Kebagusan Saat Pilgub DKI Megawati Soekarnoputri (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku sempat senang dengan Neno Warisman saat berprofesi penyanyi. Namun kini Neno Warisman sudah berubah dan 'teriak-teriak'.

"Ibu Neno Warisman itu, saya sampai mikir dulu sangat senang sama dia sebagai penyanyi. Kok dia sekarang malah ngantem gitu ya, bengak-bengok (teriak-teriak) gitu ya," kata Megawati saat memberikan sambutan acara penyerahan kartu tanda anggota di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).



Acara tersebut dihadiri sejumlah habaib, ulama, purnawirawan TNI-Polri, dan akademisi yang bergabung menjadi anggota partainya. Turut hadir pula Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama jajaran pengurus pusat, seperti Andreas Hugo Pareira, Rokhmin Dahuri, Djarot Saiful Hidayat, dan Wiryanti Sukamdani.

Megawati kemudian bercerita, saat Pilgub DKI 2017, Neno Warisman datang ke rumahnya di Kebagusan, Jakarta Selatan. Ketika itu, depan rumahnya digunakan warga untuk melakukan kegiatan.



Diketahui, Neno Warisman saat ini menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Pada Pilgub DKI, Neno Warisman mendukung Anies-Sandi.

"Dulu dia (pernah) datang ke tempat saya lo, sebelum di TU itu di kebagusan, waktu pencoblosan gubernur. Biasanya jam 7 sudah ramai di tempat saya, kebetulan di rumah saya ada lapangan buat parkir, bisa dipakai warga buat kegiatan. Tahu-tahu dia datang," cerita Megawati.

"Dia (Neno Warisman) bilang begini, saya punya rekamannya: 'Bapak-Ibu yang mau datang ke tempat ini untuk nyoblos, saya hanya akan mengatakan bahwa siapa yang mencoblos si kafir itu, dosanya bukan ditanggung hanya yang nyoblos saja, tapi anak keturunannya.' Itu terus dia pergi," imbuh Megawati.

Seusai Pilgub DKI 2017, Presiden RI ke-5 tersebut mengatakan warga minta bertemu dengan dirinya. Namun ia meminta kader PDIP untuk menjelaskan kepada warga Kebagusan.

"Biasanya setelah itu, karena warga guyub ya, RT dan RW biasanya di situ kan PDIP menang. Saya kalah waktu itu. Saya bilang, 'Waduh, ngomong gitu ya. Kita kan nggak tahu'. Eh tapi setelah 2 bulan warga di sana minta ketemu karena merasa ketika itu takut. Jadi ada anak-anak PDIP yang saya suruh, 'Ya kasih tahulah, kok cuma ngomong kaya gitu takut kenapa toh. Kan sudah pasti nggak benar.' Apa waktu nyoblos tahu dia nyoblos apa? Kan nggak tahu," tutur dia.




Simak Juga 'Dear Milenial! Ibu Megawati Kirim Pesan Jelang Pilpres 2019':

[Gambas:Video 20detik]


(fai/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed