Australia Turut Berantas Wabah Flu Burung di Indonesia
Selasa, 27 Sep 2005 05:07 WIB
Jakarta - Wabah flu burung di Indonesia ternyata mampu menyedot perhatian dunia. Sebut saja negara Jepang yang siap mengirimkan 5 tenaga ahli. Kali ini, giliran pemerintah Australia yang berniat memberikan obat antivirus tamiflu."Pemerintah Australia akan membeli 40 ribu dosis tambahan obat antivirus Tamiflu, untuk memerangi merebaknya Flu Burung di Indonesia," kata Penasehat Humas Kedutaan Besar Australia Elizabeth O'Neill dalam rilis tertulis yang diterima detikcom, Senin (26/9/2005).Pengiriman tamiflu darurat yang pertama diadakan dan dipesan WHO. Kini, pengiriman tamiflu itu sedang perjalanan menuju Jakarta, dan diharapkan akan tiba minggu ini di Indonesia. WHO nantinya juga akan mengadakan dan membagi-bagikan tamiflu ke tempat-tempat yang telah diidentifikasi dan ditargetkan flu burung. Tujuannya, memaksimalkan upaya menahan potensi bertambahnya kasus. Selain itu, diharapkan penyebaran tamiflu dapat meminimalkan risiko menyebarluasnya penyakit itu"Bantuan ini juga diperuntukkan bagi 44 rumah sakit yang menjadi rujukan nasional untuk kasus Flu Burung," tambah O'Neill.Seperti diberitakan, 5 tim ahli Jepang diperkirakan akan tiba hari ini di Indonesia. 2 Ahli berasal dari Pusat Penelitian Penyakit Infeksi Nasional (NIID: National Institute of Infectious Diseases). 2 Orang NIID ini antara lain 1 orang ahli penanganan penyakit infeksi dan 1 orang ahli diagnosis virus influenza. Sedangkan, 3 staf dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang dan Sekretariat Tim Bantuan Darurat JICA (1 orang dokter yang ditugaskan di Tim Koordinasi Flu Burung di Kemlu Jepang). "Pemerintah Australia kini telah menjanjikan bantuan total senilai A$ 5,55 juta bagi Indonesia untuk membantu memberantas Flu Burung," tegas O'Neill.
(ism/)











































