KPU Sarankan Timses Kirim Saksi ke TPS Saudi, BPN: Asal Tak Dipersulit

KPU Sarankan Timses Kirim Saksi ke TPS Saudi, BPN: Asal Tak Dipersulit

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 00:38 WIB
KPU Sarankan Timses Kirim Saksi ke TPS Saudi, BPN: Asal Tak Dipersulit
Andre Rosiade (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyarankan masing-masing timses pasangan capres-cawapres mengirimkan saksi ke tempat pemungutan suara (TPS) di Arab Saudi untuk memastikan dugaan yang disampaikan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab tidak benar. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno siap mengawalnya.

"Nggak perlu ngirim dari Indonesia. Pendukung Pak Prabowo tersebar di seluruh negara dan akan ikut mengawal proses pemungutan suara. Mereka siap mengawal dan jadi saksi asalkan tak dipersulit," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (1/4/2019).


[Gambas:Video 20detik]


Kendati demikian, Andre meminta relawan yang akan ikut mengawal tidak dipersulit saat mendaftar sebagai saksi di TPS. Sebab, terdapat indikasi pendukung Prabowo-Sandiaga di beberapa negara dipersulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendengar dari relawan di berbagai negara, saksi kami dipersulit. Di Kanada kemarin dilaporkan juga begitu, saksi pendukung Prabowo itu kesulitan. Di Amerika juga begitu, ada indikasi tekanan-tekanan. Jadi harus diwaspadai," katanya.

Sebelumnya, Habib Rizieq menyebut beberapa ketua TPS yang ada di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung capres Joko Widodo (Jokowi) serta mengiming-imingi sejumlah uang kepada mereka. Habib Rizieq mengatakan para ketua TPS diminta supaya surat suara tercoblos pada nama Jokowi.

"Bahkan belakangan ini kita juga mendapatkan informasi yang sangat-sangat memprihatinkan, di mana ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia, seperti di Qasim, kemudian juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, di mana di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Mereka ditawari sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau melakukan apa yang mereka minta, yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi," ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV, seperti dilihat detikcom, Senin (1/4).

KJRI Jeddah membantah pernyataan Habib Rizieq, yang menyebut Menlu Retno LP Marsudi mengimbau staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi agar memenangkan capres Jokowi. Hal itu dinyatakan tidak benar.

"Tidak benar bahwa Menlu RI mengajak pejabat dan staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memenangkan salah satu calon pada Pemilu 2019," demikian pernyataan KJRI Jeddah lewat pernyataan tertulis.


KPU juga angkat bicara soal tudingan Habib Rizieq tersebut. Menurut KPU, saksi-saksi tersebut dikirim untuk memastikan dugaan seperti yang disampaikan Habib Rizieq tidak benar.

"Terkait dengan peserta pemilu, salah satu bentuk partisipasinya adalah mengirimkan saksinya di setiap TPS. Dengan seperti itu, isu pemilu yang tidak jujur, tidak transparan, itu bisa kita kawal bersama-sama," kata komisioner KPU Wahyu Setiawan di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).


Saksikan juga video 'BPN Tanggapi Rizieq soal Ketua TPS Diiming Uang: Dia Punya Bukti':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/zak)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads