detikNews
Senin 01 April 2019, 21:36 WIB

Round-Up

Gempar 24 Jam Pengakuan AKP Sulman

Tim detikcom - detikNews
Gempar 24 Jam Pengakuan AKP Sulman AKP Sulman Aziz (kiri) dan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Jakarta - Pernyataan eks Kapolsek Pasirwangi, Garut, AKP Sulman Aziz soal diperintah memenangkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin bikin gempar. Setelah sekitar 24 jam pernyataan itu dibuat, Sulman akhirnya menarik ucapannya.

"Saya sudah melakukan suatu kesalahan saya, saya menyatakan bahwa Polri itu tidak netral di dalam Pilpres 2019 ini," kata Sulman kepada wartawan di Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (1/4/2019).


Sulman sebelumnya melakukan konferensi pers dan mengaku dirinya diminta Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019. Dia menuturkan saat itu tersulut emosi lantaran dimutasi menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat. Dia menduga mutasi itu karena fotonya dengan seorang tokoh agama yang kebetulan panitia deklarasi paslon 02 Prabowo-Sandi.

"Sebetulnya itu saya sampaikan karena saya waktu itu emosi, saya telah dipindahtugaskan dari jabatan saya yang lama sebagai kapolsek," tutur Sulman.

Dia menyatakan pernyataan yang dibuat pada Minggu (31/3) itu merupakan sebuah kesalahan. Sulman menegaskan institusi tempatnya bekerja netral.


"Saya yakin kepolisian lembaga yang netral, apalagi di dalam pilpres ini. Apalagi dikuatkan lagi dua TR (telegram) yang dikeluarkan bahwa Polri harus netral di pilpres maupun pilkada," ujarnya.

Sulman menjelaskan selama ini memang seluruh kapolsek di Garut mendapat instruksi untuk melakukan pemetaan kerawanan di Garut bertepatan Pemilu 2019. Bukan diarahkan untuk memenangkan salah satu paslon.

"Pendataan tersebut digunakan untuk mengantisipasi keamanan di wilayah agar bisa diantisipasi, apa yang kemungkinan akan terjadi dan memperkirakan kekuatan yang harus disiapkan," ujar Sulman.

[Gambas:Video 20detik]



Meski Sulman sudah mencabut pernyataan, Polda Jawa Barat akan tetap melanjutkan proses pendalaman soal ada-tidaknya pelanggaran kode etik yang dilakukan Sulman. Namun Polda Jabar menyatakan tudingan Sulman kepada Budi, yang merupakan Kapolres Garut, merupakan persoalan pribadi, bukan kepada institusi Polri secara keseluruhan.

"Tindak lanjut kita akan melakukan pendalaman (kode etik) lebih lanjut kepada bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan di lokasi yang sama.

"Artinya, yang bersangkutan ada masalah secara pribadi kepada AKBP Budi selaku kapolres, artinya person to person," ungkap dia.


Selain Polda Jabar, Bawaslu akan tetap menindaklanjuti pernyataan Sulman. Sulman nantinya akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi.

"Nanti kami koordinasi dengan Bawaslu sana. Masih ditindaklanjuti, kan," kata Ketua Bawaslu RI Abhan di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com