BIN: Parpol Diduga Tunggangi Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

BIN: Parpol Diduga Tunggangi Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

- detikNews
Senin, 26 Sep 2005 23:37 WIB
Jakarta - Badan Intelejen Nasional (BIN) menengarai adanya partai politik (parpol) akan menunggangi sejumlah aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Terutama, aksi demo yang digelar berbagai kelompok massa belakangan ini."Mereka mengatakan bahwa ini (kenaikan harga BBM) menyusahkan rakyat, segala macam. Tentunya partai-partai politik kan dalam rangka seolah-olah membela rakyat untuk kepentingan yang akan datang," kata Kepala BIN Syamsir Siregar.Pernyataan itu disampaikan Kepala BIN Syamsir Siregar usai mengikuti rapat tertutup di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/9/2005).Rapat tertutup yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini digelar mendadak pada sekitar pukul 17.00 WIB. Selain Syamsir, rapat juga diikuti oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Widodo AS, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dan Kapolri Jenderal Sutanto.Syamsir menolak mengungkap parpol mana saja yang dimaksudnya. Namun, modus operandinya adalah dalam rangka 'turut memeriahkan suasana' meliputi penyebaran hasutan, pengerahan massa, dan tentu saja peyediaan dana operasional. "Aku dan kau terka, siapa lah. Ya pasti kan parpol yang akan datang ingin berkuasa," jawab alumnus Akademi Militer Nasional 1965 ini melayani berondongan pertanyaan wartawan.Secara keseluruhan, gerakan atau sosialisasi rencana aksi penolakan yang berlangsung dinilai tidak mengganggu keamananan nasional. Meski ada kemungkinan skalanya membesar, secara umum suasana menjelang pengumuman kenaikan BBM sangat kondusif. Maka dari itu pemerintah tidak menyiapkan langkah khusus menghadapinya. Namun demikian, BIN akan tetap mencermati perkembangan keadaan setelah pengumunan resmi kenaikan BBM pada 1 Oktober mendatang."Itu kan demokrasi boleh demo. Asal sesuai aturan silakan. Tapi kalau dia (parpol) menghasut dan ketahuan, bisa dihukum. Kalau mereka bergerak, ya pasti ada yang mendanai. Kita mau melihat perkembangan situasi nanti kalau diumumkan kenaikannya," tambah Syamsir sebelum menutup pintu mobilnya. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini