Soal Tudingan Habib Rizieq, KPU Sarankan Timses Kirim Saksi ke Saudi

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 01 Apr 2019 19:54 WIB
Foto: Wahyu Setiawan (Ari Saputra)
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyarankan masing-masing timses pasangan capres-cawapres mengirimkan saksi ke tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Arab Saudi. Menurut KPU, saksi-saksi tersebut dikirim untuk memastikan dugaan seperti yang disampaikan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab tidak benar.

"Terkait dengan peserta pemilu, salah satu bentuk partisipasinya adalah mengirimkan saksinya di setiap TPS. Dengan seperti itu maka isu pemilu yang tidak jujur, tidak transparan itu bisa kita kawal bersama-sama," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).




Wahyu memastikan akses setiap TPS bisa dijangkau oleh masyarakat. Dia mengatakan TPS akan berada di tempat terbuka sehingga setiap orang dan saksi bisa mengawasi.

"Jadi jangan pernah berpikir TPS nanti berada di wilayah yang gelap, tidak bisa diakses oleh masyarakat. TPS itu akan dibuat dalam suasana yang terbuka, memungkinkan masyarakat untuk mengakses. Partisipasi kita buka seluas-luasnya. Dan kita meminta kepada peserta pemilu untuk menghadirkan saksi mandat di setiap TPS," jelasnya.

Wahyu berharap informasi yang disampaikan bisa meredam kecurigaan masyarakat. Dia juga meminta masyarakat untuk bekerja bersama memastikan proses pencoblosan dan penghitungan suara saat 17 April nanti berjalan jujur, adil dan transparan.

"Mungkin informasi ini cukup untuk meredam kecurigaan-kecurigaan yang tidak perlu. Oleh karena itu mari kita pastikan pemungutan dan perhitungan suara di TPS itu berlangsung dengan jujur dan adil, salah satunya dengan melibatkan partisipasi masyarakat sesuai dengan perannya masing-masing," ujar Wahyu.




Sebelumnya, Habib Rizieq menyebut beberapa ketua TPS yang ada di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung capres Joko Widodo (Jokowi) serta mengiming-imingi sejumlah uang kepada mereka. Habib Rizieq mengatakan para ketua TPS diminta supaya surat suara tercoblos pada nama Jokowi.

"Bahkan belakangan ini kita juga mendapatkan informasi yang sangat-sangat memprihatinkan, di mana ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia, seperti di Qasim, kemudian juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, di mana di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Mereka ditawarkan sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau melakukan apa yang mereka minta, yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi," ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV, seperti dilihat detikcom, Senin (1/4).

KJRI Jeddah membantah pernyataan Habib Rizieq, yang menyebut Menlu Retno LP Marsudi mengimbau staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi agar memenangkan capres Jokowi. Hal itu dinyatakan tidak benar.

"Tidak benar bahwa Menlu RI mengajak pejabat dan staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memenangkan salah satu calon pada Pemilu 2019," demikian pernyataan KJRI Jeddah lewat pernyataan tertulis.



Simak Juga 'Habib Rizieq: Ketua TPS di Saudi Diiming Uang untuk Menangkan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

(zak/gbr)