Negatif Flu Burung, 3 Eks Pasien Tumpengan, Jalan-jalan, Ujian
Senin, 26 Sep 2005 18:16 WIB
Jakarta - Lega dinyatakan negatif, 3 eks pasien diduga flu burung pun merayakannya dengan caranya masing-masing. Ada yang tumpengan, acara panggung, dan jalan-jalan. Tapi ada juga yang harus langsung ikut ujian sekolah.Seperti halnya pada Abdul Mutholib (35), yang ternyata didiagnosa menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Menurut istrinya, Siti Masito, sebagai rasa syukur atas kesembuhan suaminya, pada malam Jumat nanti, dirinya akan membuat tumpengan nasi kuning."Saya juga akan datang ke rumah Pak RT agar warga tidak menjauhi kami," ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta, Senin (26/9/2005).Menurutnya, selama suaminya berada di rumah sakit, teman-temannya tidak ada yang mau datang lagi ke rumahnya. "Hanya ibu haji saja yang mau datang," ujarnya lirih.Sedangkan Abdul Mutholib, pedagang asongan di kawasan Kebun Binatang Ragunan yang masuk ke RSPI pada 18 September lalu, mengaku dirinya sempat stres pada saat masuk ke rumah sakit."Sekarang saya ingin istirahat dan akan kembali berdagang setelah Lebaran nanti. Sambil menunggu pihak rumah sakit mengontrol kondisi kesehatan saya," kata Abdul.Perasaan berbeda dialami Rosnaningsih. Bayi berumur 3 tahun 7 bulan yang ternyata didiagnosa terkena campak ini sudah merengek kepada orangtuanya untuk diajak berenang dan jalan-jalan."Anak saya sudah bisa bercanda. Dia minta berenang dan minta jalan-jalan untuk belanja," kata ayah Rosnaningsih, Jupri, dengan wajah berbinar-binar sambil menyebutkan nama salah satu hipermarket.Menurut dia, saat ini pihak Dinas Kesehatan pun sudah menyediakan panggung untuk merayakan kepulangan anaknya. "Ini sekaligus pemberitahuan kepada warga bahwa anak saya sudah sehat," jelas Jupri yang didampingi istrinya, Rohana.Sedangkan Diah Windarwati (17) belum ada rencana untuk membuat acara syukuran. Diah yang ternyata didiagnosa menderita radang paru-paru ini mengaku dirinya harus pulang dari rumah sakit karena di sekolahnya ada ujian harian.Sedangkan ayahnya, Sunarko, bertutur dirinya membawa Diah ke RSPI atas inisiatif sendiri. "Di sekitar rumah kami ada unggas, dan anak saya sakit, gejalanya mirip gejala flu burung. Tapi ternyata setelah diperiksa dokter, anak saya kena radang paru," ujarnya.Rosnaningsih, Abdul Mutholib, dan Diah merupakan eks pasien diduga flu burung yang dirawat di RSPI. Setelah hasil diagnosa menyatakan mereka negatif flu burung, mereka pun diperbolehkan pulang.
(ary/)











































