Dua Fraksi DPRD Sumut Tolak Rudolf Pardede

Dua Fraksi DPRD Sumut Tolak Rudolf Pardede

- detikNews
Senin, 26 Sep 2005 18:14 WIB
Medan - Penolakan terhadap Rudolf Matzuoka Pardede sebagai pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) masih saja terjadi. Dua fraksi DPRD Sumatera Utara melakukan aksi walk out saat paripurna dewan, karena tidak setuju dengan kehadiran Rudolf di ruang sidang di gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (26/9/2005).Kedua fraksi yang melakukan aksi walk out adalah Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) yang berjumlah sembilan orang dan tujuh orang dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (FPBR). Mereka langsung keluar ruangan, karena merasa persidangan yang dipimpin Ketua DPRD Abdul Wahab Dalimunthe tidak mencerminkan aspirasi mereka."Kami merasa persoalan utama, yakni mengenai status Rudolf Pardede masih belum tuntas," kata Sigit Pramono Asri, Ketua FPKS DPRD kepada wartawan sesaat setelah melakukan aksi walk out. Persoalan lainnya yang cukup mengganjal adalah Radiogram Menteri Dalam Negeri No 121.22/2340 A/SJ tentang Penetapan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara yang tidak sesuai mekanisme. Surat itu dikeluarkan pada 14 September 2005, padahal waktu itu DPRD belum bersidang untuk memberhentikan secara resmi Rizal Nurdin dari jabatannya, karena meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada 5 September lalu. Sidang baru dilaksanakan pada 19 September lalu.Kendati terjadi walk out dari ruang sidang oleh kedua fraksi, namun paripurna yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumatera Utara Tahun 2004, dengan agenda pendapat akhir fraksi-fraksi tetap berjalan. Sementara di halaman gedung dewan, sekitar 300 massa berdemo meminta DPRD menolak penunjukan Rudolf sebagai pelaksana tugas gubernur maupun sebagai wakil gubernur karena status ijazahnya yang tidak jelas. Mereka juga meminta agar anggota DPRD priode lalu turut diseret ke pengadilan karena membiarkan Rudolf mendaftar sebagai wakil gubernur tanpa bisa menunjukkan ijazah SMA-nya. Pendemo antara lain berasal dari Kebenaran dan Keadilan Sumatera Utara (K3SU), Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Sumut, dan mahasiswa dari sejumlah organisasi di berbagai perguruan tinggi di Medan.Dalam berkas yang diajukan saat mencalonkan sebagai Wakil Gubernur pada 2003 lalu, Rudolf Matzuoka Pardede menyatakan lahir di Balige, Toba Samosir, pada 4 April 1942. Menamatkan pendidikan SD di Medan pada tahun 1954, SMP di Tanjung Pinang, Riau pada tahun 1957 dan menamatkan pendidikan di SMA Penabur, Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 1960, serta menamatkan pendidikan sarjana ekonominya di Jepang pada tahun 1966. Namun dia tidak dapat menunjukkan semua ijazah itu karena hilang dan sudah membuat laporan ke polisi pada Maret 2003. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads