Bantah Lobi Muktamar, 9 Kiai PKB Alwi Restui Kenaikan BBM

Bantah Lobi Muktamar, 9 Kiai PKB Alwi Restui Kenaikan BBM

- detikNews
Senin, 26 Sep 2005 18:13 WIB
Surabaya - 6 Kiai sepuh pendukung PKB Alwi berkunjung ke kediaman Presiden SBY di Cikeas, Minggu (25/9/2005) kemarin. Tapi, kunjungan para kiai ini bukan untuk minta restu muktamar pada Oktober mendatang, melainkan ingin mengetahui langsung rencana kenaikan harga BBM langsung dari Presiden."Bukan, tidak ada hubungannya dengan muktamar," kata Ketua PKB Jawa Timur versi Alwi, Choirul Anam kepada wartawan di kantor PKB Jawa Timur, Gedung Graha Astanawa, Jalan Gayungsari Timur, Surabaya, Senin (26/9/2005).Menurut Anam, 3 kiai lain pendukung PKB Alwi juga mendengarkan rencana kenaikan BBM dengan cara menghubungi langsung ke Presiden melalui telepon. Jadi, ada 9 kiai yang dikatakan Anam 'memahami' kenaikan BBM dengan catatan.Anam menuturkan, 9 kiai itu mengajukan syarat kepada Presiden bila menaikkan harga BBM. Pertama, pemerintah diwajibkan segera mengucurkan dana kompensasi. Kedua, pemerintah juga segera mencairkan dana subsidi pendidikan untuk biaya operasional sekolah. Anam mengaku, dirinya ikut mengantar para kiai ke Cikeas. 9 Kiai tersebut ingin mengetahui langsung persoalan rencana kenaikan harga BBM dari Presiden. Jadi, menurut para kiai seperti disebutkan Anam, kini negara dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan itu, yakni menaikkan harga BBM dengan dampak secara langsung kepada rakyat atau tidak menaikkannya, namun kondisi ekonomi negara akan bangkrut.Para kiai itu menilai, sesuai agama Islam kalau ada dua pilihan yang sulit, maka harus dipilih salah satu yang mudorot-nya (keburukannya) lebih kecil. Akhirnya, ujar Anam, para kiai pun bisa memahami kenaikan harga BBM seperti yang disampaikan Presiden. Sebab, tutur Anam, Presiden juga berkeinginan untuk tidak menyengsarakan rakyat. Ke-6 kiai yang berkunjung ke Cikeas adalah, KH Mas Subadar (Pasuruan), KH Anwar Iskandar (Kediri/Ketua Dewan Syuro PKB Jatim versi Alwi), KH Ubaidilah Faqih (Langitan, Tuban), KH Abdurrohman Qudori (Magelang), dan KH Warsun Munawir (Krapyak, Yogyakarta). Sedangkan tiga kiai yang menyampaikan pandangannya melalui telepon adalah KH Abdullah Faqih (Pengasuh Ponpes Langitan Tuban), KH Muhaiminan Gunardo (Tarakan, Temanggung), serta KH Idris Marzuki (Lirboyo, Kediri)."Para kiai ingin mendengar sendiri alasan kenaikan BBM. Karena, para kiai juga punya umat dan lebih tahu kondisi di bawah. Sebab, rakyat juga banyak menjerit akibat BBM naik," beber Anam. Setelah memahami paparan dari Presiden, 9 kiai ini rencananya akan menyosialisasikan langsung kepada umat di bawah. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini