Suplai BBM ke SPBU di Jakarta Normal, Meski Ada yang Terlambat
Senin, 26 Sep 2005 16:57 WIB
Jakarta - Pasokan BBM dari Pertamina ke SPBU-SPBU di Jakarta dan sekitarnya masih normal, menjelang kenaikan harga BBM 1 Oktober 2005. Meski begitu, di sejumlah SBPU, pengiriman BBM oleh Pertamina sudah mulai terlambat. Ini dialami SPBU 31-12901 yang terletak di depan Plaza Semanggi, Jl. Sudirman, Jakarta. Salah seorang operator SPBU tersebut, Subagyo saat ditemui detikcom, Senin (26/9/2005), mengaku hingga saat ini belum ada lonjakan pembelian BBM oleh masyarakat. Konsumsi BBM per hari di SPBU ini masih sekitar 32.000 liter per hari. "Biasanya, ada lonjakan pembelian sehari sebelum naik. Biasanya malam hari menjelang kenaikan harga," aku Subagyo. Hingga kini, pasokan BBM dari Pertamina ke SPBU ini masih normal. Namun, hari ini, pasokan BBM dari depo Plumpang terlambat. "Biasanya mobil tangki dari Plumpang datang pukul 08.00 WIB. Hari ini baru datang sekitar pukul 15.00 WIB. Dulu, sebelum kenaikan harga, pasokan juga datang terlambat seperti ini," aku Subagyo.Hal yang sama juga dialami SPBU di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Menurut salah seorang petugas SPBU di Jl. Niaga Raya, Cikarang, Bekasi, stok pengiriman BBM terlambat. Bahkan, pasokan BBM-nya dikurangi. Dalam dua hari, biasanya SPBU-nya menerima kiriman 72 ton BBM. Biasanya hari ini dikirim 48 ton, maka besoknya dikirim 24 ton. "Tapi hari ini pasokan agak tersendat. Harusnya hari ini mendapat pasokan 48 ton, tapi hanya dikasih jatah 24 ton. Itu pun sekarang belum dikirim, kemungkinan baru sore atau malam ini. Padahal biasanya datangnya pagi hari," aku dia. Sehari-hari SPBU ini dapat melayani konsumsi premium sebanyak 30 ton dan solar 15 ton."Saya sudah telepon ke Pertamina, dan dijawab sudah diurus. Tapi kejadian seperti ini biasa menjelang kenaikan. Pengiriman sering tersendat karena mengisinya antre di depo," ungakap dia.Hal berbeda terjadi di SPBU 31-12101 yang terletak yang depan Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta. Pengawas SPBU tersebut, Bona menyatakan, hingga saat ini konsumsi premium di SPBU-nya masih sekitar 20.000 liter per hari. "Pasokan dari Pertamina sebanyak 32.000 liter sampai saat ini masih lancar, tidak ada hambatan atau pengurangan," ujarnya.
(asy/)











































