PDIP Yakin Sikap Santun Jokowi Tingkatkan Elektabilitas

Eva Safitri, Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 31 Mar 2019 18:39 WIB
Jokowi saat debat (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - PDI Perjuangan hari ini mengadakan kampanye terbuka secara serentak di wilayah Makasar, Jakarta, dan Solo. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meyakini elektabilitas pasangan capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin meningkat.

"Kebetulan hari ini kami mengerahkan seluruh kerja sama dan semangat gotong royong PDIP perjuangan dengan koalisi Indonesia kerja. Diadakan kampanye di Makasar kemudian di Manado, ada Ibu Mega dengan Mba Puan juga kampanye di Solo di kandang banteng, di kandangnya Pak Jokowi," ujar Hasto di Parkir Timur Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Minggu (31/3/2019).

Terlebih lagi, jelas Hasto, saat Jokowi menunjukkan sikap debat yang sangat santun dibanding dengan Prabowo yang sempat menunjukkan amarahnya. Menurutnya, hal itu dapat menambah apresiasi masyarakat terhadap Jokowi.



"Ya tentu saja kan dari survei terakhir 58,6 persen tetapi dengan debat tadi malam di mana Pak Jokowi menampilkan pemimpin yang santun, rakyat semakin memberikan apresiasi," ucapnya.

"Apalagi setelah melihat Pak Prabowo yang menghentak para penonton, tertawa pun dilarang, ini positif. Karena apapun itu Indonesia bangsa yang ramah bangsa yang toleran, bukan bangsa yang suka kekerasan," lanjut Hasto.

PDIP Yakin Sikap Santun Jokowi Tingkatkan Elektabilitas Foto: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Eva/detikcom)


Habib Sholeh: Orang Sombong Larang Tertawa Mau Dijadikan Pemimpin

Kampanye PDIP di Parkir Timur Senayan juga dihadiri oleh anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Habib Sholeh Almuhdar. Dalam pidatonya, Sholeh Almuhdar menyindir ada orang sombong melarang orang tertawa yang mau dijadikan pemimpin.

"Semalam ada kejadian dengan gagahnya, dengan sombongnya orang ketawa saja tidak boleh, itu mau dijadikan pemimpin? Orang congkak mau dijadikan pemimpin, belum memimpin sudah sombong. Kalau saya mengatakan Jokowi-Amin menang," kata Sholeh.



Sholeh mengatakan sejak dulu PDIP dimulai zaman Bung Karno tidak pernah dipisahkan dengan habaib dan ulama. Hingga saat ini menurut Sholeh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak pernah terlepas dengan ulama dalam memgambil keputusan apapun.

"Kalau mengatakan PDIP adalah partai bukan Islam mereka sendiri yang bukan Islam," ujar Sholeh.

PDIP Yakin Sikap Santun Jokowi Tingkatkan Elektabilitas Foto: Habib Sholeh Almuhdar (Yulida/detikcom)


Ia mengingatkan umat Islam tidak pernah mencaci maki, kalau mencaci maki, menurut Sholeh berarti mereka bukan Islam. Ia mencontohkan rasullullah tidak pernah mencaci maki siapapun.

"Rasulullah tidak pernah mencaci maki, kalau ada habaib, kyai atau ulama yang mencaci maki siapapun di muka bumi ini tidak perlu kita ikuti," imbuhnya.

Ia lalu mengingatkan para kader PDIP untuk mencoblos Jokowi-Ma'ruf Amin yang berbaju putih. Tak hanya itu Sholeh juga meminta para hadirin mencoblos parpol PDIP nomor urut 3.



Tak hanya itu, Sholeh juga menyinggung soal ada pihak yang mengeluarkan fatwa dari Mekkah terkait Pilpres. Ia juga menyindir pihak yang menjelek-jelekan kubu Jokowi.

"Saya ingatkan sekali lagi. Nanti hari tenang bakal ada fatwa dari Mekkah, bakal ada fatwa dari Mekkah yang mengaku wali, yang mengaku ulama jangan pernah diikuti, siapa bilang, katakan Habib Sholeh Almuhdar yang mengatakan," kata Sholeh.

"Kalau ada ulama habaib yang mencaci maki Pak Jokowi, yang caci maki PDIP, katakan saya tidak mau ikut kamu, saya punya habib yang namanya Habib Sholeh. Saya punya kiyai, saya punya Kiyai Haji Ma'ruf Amin, saya punya ulama, saya tak perlu ulama dari kamu," kata Sholeh.

"Surga bukan milik kamu, surga bukan milik kakek moyang kamu, tergantung dengan amal perbuatan yang bisa memasukkan kita ke dalam surga. Mau bersorban, tapi mencaci maki umat Islam, mencaci maki makhluk yang ada di muka bumi ini tidak perlu kita ikuti siapapun mereka," ujarnya.



Tonton juga video Survei Indo Barometer: Elektabilitas Jokowi 50,2%, Prabowo 28,9%:

[Gambas:Video 20detik]

(yld/imk)