Minyak Tanah di Agen Cirendeu Ludes dalam 4 Jam
Senin, 26 Sep 2005 16:36 WIB
Jakarta -
Biasanya persediaan 5.000 liter minyak tanah habis dalam waktu 4 hari. Namun menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 Oktober 2005 , persediaan tersebut hanya cukup untuk 4 jam saja."Antrean jerigen menumpuk di garasi rumah. Begitu pasokan minyak datang, langsung habis," kata Nurmala, seorang agen minyak di kawasan Cirendeu, Tangerang, saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Senin (26/9/2005). Diakui Nurmala, kebutuhan minyak tanah warga sekitarnya cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan minyak tanah. Jika pada hari biasa persediaan minyak tanah di agennya bisa untuk 4 hari, kini hanya bisa untuk 4 jam.Peningkatan terjadi beberapa hari terakhir. Pasokan minyak tanah yang datang dua minggu sekali sebanyak 5.000 liter tersebut seakan-akan tidak mencukupi permintaan warga yang sejak jauh-jauh hari menitipkan jirigennya.Untuk mengantisipasi penimbunan minyak tanah oleh warga, Nurmala membatasi setiap orang yang membeli minyak maksimal 20 liter saja, sementara untuk warung diberi jatah 100 liter.Nurmala mengaku resah akibat rencana kenaikan BBM ini. "Ya, kita maunya tidak naik, kasihan kan masyarakat kecil. Saya dengar gosip dari teman saya, harganya bisa mencapai Rp 1.200 - Rp 3.500 per liter," ujar Nurmala. Nurmala sendiri tidak memiliki persiapan khusus dalam menghadapi kenaikan BBM ini. Namun sejak dua bulan lalu ia telah mengajukan permintaan penambahan pasokan minyak tanah ke pemasok, dari yang tadinya 10 ribu liter sebulan menjadi 20 ribu liter. Hasilnya sampai sekarang masih menunggu proses.Di agen minyak tanah milik Nurmala, minyak tanah ditempatkan dalam 23 drum besar. Biasanya minyak tanah dijual dengan harga Rp 950 per liter. Konsumennya adalah warga sekitar yang biasanya menggunakan minyak tanah untuk berjualan atau memasak.
(jon/)










































