Gus Dur: Kalau Masyarakat Marah, Pemerintahan Bisa Jatuh

Gus Dur: Kalau Masyarakat Marah, Pemerintahan Bisa Jatuh

- detikNews
Senin, 26 Sep 2005 15:51 WIB
Jakarta - Bukan Gus Dur namanya kalau tidak ceplas-ceplos. Mantan Presiden RI yang bernama panjang Abdurrahman Wahid ini memperingatkan pemerintah akan konsekuensi menaikkan harga BBM. Konsekuensi itu tak main-main, yaitu pemerintahan bisa jatuh."Dengan kenaikan harga BBM, banyak masyarakat yang marah. Kalau masyarakat sangat marah, maka pemerintahan bisa saja jatuh," begitu kata Gus Dur di sela-sela acara peringatan ulang tahun Wahid Insititute di kantornya, Jalan Taman Amir Hamsyah 8, Pegangsaan, Menteng, Senin (26/9/2005).Acara peringatan Wahid Institute ini dihadiri Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan para politisi PKB lainnya. Juga hadir antara lain calon walikota terpilih Depok dari PKS yang kemenangannya dianulir Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Nur Mahmudi Ismail, serta pemilik harian Kompas Jacob Oetama.Gus Dur juga menasihati pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menyatakan, menaikkan harga BBM itu soal mudah. Yang sulit dilakukan adalah bagaimana menyiapkan masyarakat agar kenaikan harga BBM tidak membuat hidup rakyat makin sudah dan menimbulkan gejolak.Sementara soal rencana pemerintah menyalurkan subsidi langsung tunai atau cash transfer, Gus Dur menganggapnya sebagai janji kosong. "Cash transfer yang Rp 100 ribu per bulan itu hanya omong kosong. Kompensasi yang dulu saja tidak jalan, apalagi ini," tandas Gus Dur. (gtp/)


Berita Terkait