Flu Burung se-Indonesia 42 Kasus

Flu Burung se-Indonesia 42 Kasus

- detikNews
Senin, 26 Sep 2005 15:44 WIB
Jakarta - Sejak dinyatakan berstatus kejadian luar biasa (KLB) nasional, pasien dugaan flu burung terus bertambah. Hingga kini sudah terdapat 42 kasus flu burung di seluruh Indonesia. Dari data itu, 10 kasus dinyatakan positif flu burung termasuk enam pasien meninggal dunia. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dalam konferensi pers di kantor Depkes, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2005). Menkes didampingi Dirjen Pencegahan Penyekit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Depkes I Nyoman Kandun, Direktur Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Santoso Suroso. Konferensi pers juga dihadiri dua representatif Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia, George Petersen, dan Steven Bjorge.Menkes menjelaskan, jumlah kasus flu burung itu merupakan data Depkes per 26 September 2005, pukul 11.00 WIB. Kasus itu tersebar di delapan provinsi dengan jumlah terbanyak DKI Jakarta yakni 28 kasus. Kemudian menyusul Banten lima kasus dan Jawa Barat tiga kasus.Provinsi lainnya yang terserang flu burung yakni, Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Timur (1 kasus), Sulawesi Selatan (2 kasus), Sumatera Utara (1 kasus), dan Kalimantan Timur (1 kasus). Dirjen Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Depkes I Nyoman Kandung menjelaskan, dari 42 kasus itu baru 10 kasus yang dinyatakan positif flu burung. Dari 10 kasus positif flu burung, enam orang di antaranya meninggal yakni Iwan Siswara, kedua putrinya Sabrina dan Thalita, Rini Dina, Riska dan Karwati. Sedangkan empat pasien positif flu burung yang masih hidup yakni Firdaus, Mutiara Gayatri dan dua pasien dari Sulsel. "Nama lengkap yang dari Sulsel, saya lupa," kata Kandun.Sementara itu Direktur RSPI Sulianti Saroso, dr Santoso Suroso menyatakan telah mengizinkan pulang empat pasien yaitu Firdaus, Abdul Mutholib, Rosnaningsih dan Diah Windarwati."Mereka diizinkan pulang karena sudah terbukti tidak menderita virus AI. Kepulangan mereka diatur dengan koordinasi Dinas Kesehatan setempat," kata Santoso. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads