Massa Tolak BBM dan Impor Beras, Polisi Dilempari Beras

Massa Tolak BBM dan Impor Beras, Polisi Dilempari Beras

- detikNews
Senin, 26 Sep 2005 15:25 WIB
Bandung - Aksi melempari polisi terjadi di Bandung. Saat itu, massa menggelar aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM dan menolak impor beras. Beruntung, massa hanya melempari para polisi itu dengan beras, sehingga tidak ada korban luka. Aksi yang digelar sekitar 300 orang dari Komite Perjuangan Rakyat (KPR) di depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Bandung, Senin (26/9/2005) ini berlangsung damai. KPR terdiri dari beberapa elemen, seperti Aliansi Gerakan Reforma Agraria, Front Mahasiswa Nasional, Komite Pembebasan Perempuan dan Gaspermindo. Sebagian massa berprofesi sebagai buruh dan petani.Selama aksi berlangsung, tampak aparat kepolisian menjaga ketat. Sebab, di waktu yang bersamaan, di lapangan Gasibu, terletak di depan Gedung Sate, Menteri Pertanian Anton Apriantono sedang membuka pameran pangan. "Kenaikan BBM ini menjadi masalah bersama. Saat ini karena rencana kenaikan BBM, ratusan buruh tengah di-PHK di Kabupaten Bandung. Semua pekerja dengan status kontrak. Pengusaha tak mau rugi. Kenaikan BBM dijadikan alasan oleh pengusaha untuk PHK pekerja," ungkap Ketua DPD Gaspermindo Jabar, Bambang Eka.Dari catatannya, saat ini PHK terus berlangsung khususnya di area industri yang tersebar di sekitar Kota Bandung. Aksi PHK besar-besaran terjadi di kawasan industri rakyat di Majalaya. Selain itu sebanyak pekerja di 150 pabrik di Kabupaten Bandung juga terancam PHK massal."Daya beli buruh turun setengahnya jika kenaikan harga BBM jadi tanggal 1 Oktober nanti. Gaji yang ada sekarang tidak bisa untuk beli bahan pokok, karena semuanya jadi naik. Sekarang saja harga beras Rp 3.500 per liter," ungkapnya. Menurut dia, aksi demontrasi menolak kenaikan harga BBM akan terus berlangsung hingga tanggal 1 Oktober 2005. Rencananya, tanggal 29 September 2005 akan digelar aksi besar-besaran di Jakarta. Ia berjanji akan menurunkan massa ribuan dari kalangan buruh di Jabar.Sementara itu, di depan Gedung Sate juga berlangsung aksi yang digelar aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mereka juga menolak kenaikan haga BBM. Saat aksi HMI berlangsung, terjadi sedikit ketegangan antara massa dengan aparat dari Satuan Keamanan Dalam. Ketegangan terjadi saat massa HMI mendobrak pintu pagar gedung bersejarah itu. Terjadi aksi saling pukul. Namun, keributan itu bisa dikendalikan dengan cepat. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads