Ma'ruf Tegaskan Kubunya Tetap NKRI: Khilafah Kan Sebelah Sono

Lisye Rahayu - detikNews
Sabtu, 30 Mar 2019 17:48 WIB
Ma'ruf Amin di JCC, Jakarta. (Lisye/detikcom)
Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menyebut kubunya tetap berpaham ideologi Pancasila dan NKRI. Namun Ma'ruf tak menampik adanya ideologi khilafah di kubu lawannya.

"Iya, itu saya kira boleh saja. Karena memang pendukung khilafah ada di sebelah sono. Jadi mungkin disamadengankan karena memang ada di sebelah sono, masalahnya itu saja," ujar Ma'ruf di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).

Sejatinya pemilihan presiden adalah pertarungan Pancasila dengan Pancasila. Namun, kata Ma'ruf, pada pendukung rivalnya memang terdapat kelompok yang memiliki pemahaman khilafah.



"Iya, itu kan sebenarnya Pancasila sama Pancasila saja, cuma karena khilafah ada di sebelah sono, jadi orang mengartikannya seperti itu," lanjutnya.

Dia menambahkan Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki kesepakatan paham Pancasila, sehingga paham yang mengancam kesatuan otomatis tidak akan bisa diterima oleh masyarakat.

"Kita kan sudah punya kesepakatan, itu negara kita republik. Tidak boleh ada sistem lain selain republik. Karena itu, saya bilang khilafah itu bukan ditolak, tapi tertolak. Tertolak itu otomatis nggak bisa masuk. Kalau saya mengistilahkannya tertolak, karena menyalahi kesepakatan, merusak kesepakatan," tutupnya.

Seperti diketahui Hendropriyono mengatakan Pilpres 2019 adalah pertarungan ideologi antara Pancasila dan khilafah kepada wartawan di gedung pertemuan Soekarno Hatta, Jl Seno Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (28/3), setelah mengumumkan draf buku karyanya berjudul 'Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia'.



"Saya lihat sekarang ini pemilu beda dengan pemilu-pemilu yang pernah kita laksanakan sepanjang sejarah hidup bangsa kita. Pemilu kali ini yang berhadap-hadapan bukan saja hanya subjeknya, orang yang berhadapan, bukan hanya kubu, kubu dari Pak Jokowi dan kubu dari Pak Prabowo, bukan, tapi ideologi," kata Hendropriyono.

"Dua ideologi ini sudah nyata kita lihat, kita jalan saja di luar kira-kira semua orang tuh dengan sepintas saja tidak perlu terlalu rumit, sudah tahu bahwa yang berhadap-hadapan adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Tinggal pilih yang mana," tutur Hendro.


Saksikan juga video 'Jokowi Ngomong Berdasar Fakta, Prabowo Apa Adanya':

[Gambas:Video 20detik]

(rvk/rvk)