Relawan KPS Pro-Jokowi Bentuk Tim Siber Tangkal Hoax

Relawan KPS Pro-Jokowi Bentuk Tim Siber Tangkal Hoax

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 30 Mar 2019 02:00 WIB
Relawan KPS Pro-Jokowi Bentuk Tim Siber Tangkal Hoax
Foto: KPS Pro-Jokowi bertarung di dunia maya selama 24 jam nonstop untuk memerangi berita-berita hoax yang menyerang Jokowi-Ma'ruf (dok. Istimewa).
Jakarta - Relawan Kopi Politik Syndicate (KPS) pro capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin membentuk tim siber untuk menangkal maraknya hoax jelang Pilpres 2019. KPS Pro-Jokowi bertarung di dunia maya selama 24 jam nonstop untuk memerangi berita-berita hoax yang menyerang Jokowi-Ma'ruf.

"Tim sosmed, bertarung 24 jam nonstop demi menangkal hoax yang menyerang Pak Jokowi-Kh Maruf Amin," kata Direktur Eksekutif KPS, Indra Budiman dalam keterangan persnya, Jumat (29/3/2019).

Indra mengungkapkan, tim yang sudah dibentuk ada di banyak tempat, di Jakarta Selatan , Jakarta Barat, dan daerah lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasukan udara kita adalah orang-orang terlatih yang punya komitmen kuat memerangi hoax," ujarnya.

Relawan KPS Pro-Jokowi Bentuk Tim Siber Tangkal HoaxFoto: KPS Pro-Jokowi bertarung di dunia maya selama 24 jam nonstop untuk memerangi berita-berita hoax yang menyerang Jokowi-Ma'ruf (dok. Istimewa).
Dikatakan Indra, tim KPS Pro-Jokowi tidak hanya bekerja di momen Pilpres saat ini saja. KPS Pro-Jokowi sudah bekerja bertarung melawan hoax sejak lama.

"Mereka bertarung sudah lama, dan pasukan udara KPS juga membantu kerja-kerja TKN dan TKD. Kita membantu kerja-kerja politik dalam pilpres kali ini," imbuhnya.


Prinsip kerja dari KPS Pro-Jokowi adalah gencar di media sosial untuk melawan hoax yang saat ini sudah berlebihan.

"Tapi kita terus berupaya melawan agar kekuatan fitnah musnah, dan masyarakat kembali sejuk dan lebih dewasa dalam berpolitik," ungkapnya.

KPS juga menggandeng tim-tim media sosial atau relawan untuk memerangi hoax bersama sama.

"Kita ingin pilpres ini berjalan kondusif, tanpa fitnah dan hoax yang jelas-jelas merugikan paslon 01. Ini akan terus kita lawan," tuturnya. (nvl/fai)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads