Percaloan di DPR Diduga untuk Dapatkan Kerja Borongan Proyek

Percaloan di DPR Diduga untuk Dapatkan Kerja Borongan Proyek

- detikNews
Senin, 26 Sep 2005 14:04 WIB
Jakarta - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota DPR, Badan Kehormatan (BK) DPR menemukan temuan baru. BK menemukan ada dugaan perbuatan percaloan yang lain.BK menduga ada orang-orang yang berharap mendapatkan pekerjaan borongan dari dana proyek bantuan pascabencana. Dugaan ini akan terus diproses dan akan dijadikan sebagai fokus pemeriksaan BK."Orang mengharapkan uang turun tapi pekerjaannya juga untuknya. Uang ini untuk uang bangunan," kata Wakil Ketua BK Gayus Lumbun di Gedung DPR/MPR Senayan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (26/9/2005).Menurut dia, dugaan ini belum terungkap, karena belum ada pengakuan resmi dari orang-orang yang sudah diperiksa. Namun, karena dugaan praktek percaloan merupakan pelanggaran kode etik, maka pihaknya akan terus memeriksa dan dugaan kedua sebagai fokus pemeriksaan."Ini belum terungkap dari pemeriksaan, kalau ada indikasi pidananya, akan kita serahkan ke aparat terkait seperti kepolisan dan kejaksaan," ujar Gayus.Saat ini BK tengah memeriksa staf anggota FPDIP Andi Mustakim. Andi diharapkan bisa membongkar praktek percaloan di DPR, karena dia merupakan tokoh kunci adanya dugaan praktek percaloan di DPR.BK DPR sebelumnya telah meminta keterangan Aria Bima (FPDIP), Zunatul Mafruchah (FPKB), Sofyan Mile (FPG), Mudahir (FPDIP), Anas Yahya (FPKB) dan Burzah Zarnubi (FPBR). (ary/)


Berita Terkait