DetikNews
Jumat 29 Maret 2019, 09:20 WIB

Unjuk Calon-calon Menteri, Prabowo Dinilai Solidkan Koalisi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Unjuk Calon-calon Menteri, Prabowo Dinilai Solidkan Koalisi Prabowo kampanye bersama AHY di Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menanyakan kepada pendukungnya soal jabatan menteri kepada Komandan Kogasma Agus Harmurti Yudoyono (AHY) dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat berkampanye di Jawa Barat. Cara ini menunjukkan Prabowo mulai memberikan akomodasi politik kepada partai-partai koalisi.

"Itu kalau memang disebutkan itu memang bagian dari cara untuk memberikan akomodasi politik kepada partai-partai koalisi," kata pengamat politik, Arya Fernandes, saat dihubungi, Kamis (28/3/2019).


Arya menjelaskan penawaran untuk AHY itu mengindikasikan Prabowo mulai memberikan kepastian politik kepada Partai Demokrat (PD) yang selama ini belum begitu terlihat. Dengan itu, Prabowo berharap suara dari PD terus meningkat,

"Karena Prabowo sadar karena tingkat loyalitas PD ke pasangan Prabowo-Sandi masih di bawah angka 70 persen. Dengan memberikan posisi itu ke AHY, diharapkan dapat meningkatkan soliditas pendukung demokrat," ujar Arya.


[Gambas:Video 20detik]


Menurut Arya, Prabowo juga berharap suara di Jawa Barat tetap stabil. Karena itu, Aher, yang merupakan mantan Gubernur Jawa Barat dua periode, ikut ditawari menjadi salah satu menterinya.

"Sementara Aher juga bentuk usaha untuk meningkat pemilih di Jawa Barat. Aher merupakan gubernur dua periode di Jawa Barat dan Prabowo berkepentingan agar suara Jabar tetap stabil," sebutnya.

Selain AHY dan Aher, Prabowo memuji sejumlah Ketum dan tokoh partai koalisi yang hadir dalam kampanye di Jawa Barat itu. Mereka adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, Sekjen Partai Berkarya Prio Budi Santoso, hingga Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan. Arya menilai cara itu ditempuh Prabowo untuk memastikan suara dari partai-partai itu makin solid menjelang pencoblosan.

"Cara itu ditempuh Prabowo ingin berharap pemilih partai ini solid. Dari yang kita lihat yang cukup solid di angka 70 persen itu baru Gerindra dan PKS, PAN dan PD masih di bawah. Ini tentu tidak menguntungkan ke Prabowo kalau itu masih di bawah 70, kalau dengan memberikan janji seperti itu dia berharap ada efek dari pimpinan partai itu ke pemilihnya," kata Arya.



Ini Kriteria Kabinet Prabowo Jika Terpilih Jadi Presiden, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed