Pemerkosa dan Pembunuh: Calon Pendeta Sempat Teriak Minta Tak Dibunuh

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 29 Mar 2019 02:39 WIB
Ilustrasi kejahatan pemerkosaan. (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Hendri dan Nang tetap membunuh perempuan calon pendeta yang telah berusaha mereka perkosa. Padahal perempuan itu sebelumnya sempat meminta agar tidak dibunuh.

"Sempat korban ini teriak minta tolong 'tolong jangan bunuh aku' sambil terus manggil-manggil nama anak kecil itu dua kali. Tetap kami cekik lehernya sampai meninggal," kata Nang. Hendri pun membenarkan penuturan Nang.

Pengakuan itu mereka utarakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, Kamis (28/3/2019). Pembunuhan itu mereka lakukan setelah korban sempat menarik penutup wajah yang dikenakan Hendri. Mereka panik karena si korban mengetahui wajah mereka.

Setelah perempuan itu tewas, Nang dan Hendri kembali ke mes. Peristiwa itu terjadi pada Senin (25/3). Korban ditemukan tewas pada Selasa (26/3) pukul 04.30 WIB di area PT PSM Divisi III, Sungai Baung, Bukit Batu, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Nang dan Hendri ditangkap polisi di rumah masing-masing di Sungai Baung, Ogan Komering Ilir. Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Supriadi mengatakan kedua pelaku ditangkap polisi setelah mendapat keterangan saksi-saksi di lapangan. Lalu, ditambah hasil visum tim forensik.


Polisi menyatakan pembunuhan itu didasari dendam karena sering dijelek-jelekkan oleh korban. Menurut penuturan pelaku bernama Nang, dia sempat suka kepada si korban tapi tak berani mengungkapkan perasaan itu. Pembunuhan dilakukan karena penutup wajah atau topeng yang dikenakan Hendri saat berbuat jahat tersingkap.

"Karena panik, Hendri menahan leher si korban," kata Nang. Akhirnya korban tewas.




Simak video Wanita Calon Pendeta di Sumsel Diperkosa dan Dibunuh:

[Gambas:Video 20detik]

(ras/dnu)