detikNews
Kamis 28 Maret 2019, 19:55 WIB

Debat BPN vs TKN Soal 'Jokowi Penikmat Reformasi'

Rolando - detikNews
Debat BPN vs TKN Soal Jokowi Penikmat Reformasi Diskusi 'Siapa Tersengat Debat Ke-Empat', di Resto Ajag Ijig, Jalan Ir H Juanda, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, (28/3/2019). (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menilai calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) sebagai penikmat reformasi. Jokowi dianggap bisa berkuasa karena reformasi.

"Saya rasa Pak Jokowi karena penikmat reformasi, karena bukan pelaku reformasi, beliau ini penikmat reformasi, karena reformasi lah Pak Jokowi bisa jadi walikota, karena reformasilah Pak Jokowi ini bisa jadi gubernur, karena reformasilah Pak Jokowi ini bisa jadi presiden," ujar Andre dalam diskusi 'Siapa Tersengat Debat Ke-Empat', di Resto Ajag Ijig, Jalan Ir H Juanda, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, (28/3/2019).



Andre mengingatkan para 'penikmat reformasi' jangan sampai merusak semangat reformasi dan demokrasi. Selain itu, para penikmat reformasi ini diminta jangan main klaim sebagai golongan paling pro demokrasi.

"Jangan sampai para penikmat reformasi ini merusak semangat reformasi dengan mengembalikan demokrasi dan reformasi yang sudah kita nikmati kembali kepada era kegelapan. Dengan cara, Rian Ernest juga penikmat reformasi, tidak merasakan ditembak, ini dikasih tahu biar jangan klaim," kata Andre.

"Anda jangan klaim pro demokrasi kalau tidak pernah dikejar-kejar tentara dan polisi, jangan deh, bahwa demokrasi dan reformasi itu adalah punya Anda, jangan deh. Karena banyak penikmat reformasi ini mengklaim bahwa dia yang paling demokratis," sambungnya.

Influencer TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Rian Ernest yang ada dalam diskusi itu menanggapi Andre. Dia mengatakan akan melawan para anggota partai politik yang menganggap eksklusifitas reformasi.

"Pak Andre bilang saya penikmati reformasi, seolah-olah penikmat reformasi nggak bisa ngapa-ngapain. Saya akan lawan Anda, saya masih semangat melawan Anda dan orang-orang tua di partai sana yang merasa bahwa reformasi punya eksklusifitas Anda saja," ucap Rian.



Rian pun menambahkan awalnya tidak masuk partai politik karena mandat reformasi sudah ada di partai. Namun, menurutnya kerja anggota partai politik di DPR tidak memenuhi target.

"Kami yang tadinya juga berpikir tidak usah masuk politik, kami kan juga sudah memberikan mandat reformasi ke orang politik. Lihat hasilnya, target UU ada 50-an biji, Gerindra juga ada di sana, yang tercapai cuma 5. Reformasi itu mandat seperti tongkat estafet," imbuhnya.
(idn/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed