Demo Antikenaikan Harga BBM di Palu Terus Bergolak
Senin, 26 Sep 2005 12:22 WIB
Palu - Gelombang demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 oktober 2005 terus bergolak di Palu, Sulawesi Tengah. Senin (26/9/2005), giliran belasan aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur dan DPRD Sulteng.Selama sepekan, setiap hari bergantian massa yang menggelar demonstrasi. Sasarannya pun sama. Jumlah massanya pun beragam, mulai dari belasan hingga ratusan orang. Gerakan Mahasiswa Pembebasan, salah satu contohnya. Meski hanya belasan orang, selama tiga jam berorasi di di depan Kantor Gubernur dan DPRD Sulteng, mereka tetap semangat. Panas matahari yang memanggang mereka bukan halangan untuk menyatakan penolakan mereka atas rencana kenaikan BBM per 1 Oktober mendatang.Abdul Rahman, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyatakan pemerintah telah melakukan konspirasi dengan pihak asing, dalam hal ini IMF dan World Ban,k untuk menyengsarakan rakyat Indonesia."Katanya, kita sudah lama merdeka, berdaulat menentukan nasib kita sendiri, nyatanya kita masih dijajah secara ekonomi oleh bangsa asing. Kenaikan harga BBM juga sudah tentu adalah tekanan bangsa asing yang menjajah kita melalui IMF dan World Bank," tandas Rahman dalam orasinya, di Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur di depan Kantor Gubernur dan DPRD Sulteng. Setelah berorasi sekitar 3 jam di depan kantor gubernur dan kantor dewan, massa pun membubarkan diri, sambil terus berorasi menolak kenaikan BBM. Mereka pun mengancam akan tetap turun ke jalan sampai pemerintah membatalkan rencana kenaikan BBM per 1 Oktober mendatang.
(asy/)











































