Demam Berdarah Hantui Singapura, 11 Orang Tewas
Senin, 26 Sep 2005 12:30 WIB
Jakarta - Jika Indonesia tengah diresahkan oleh wabah flu burung, Singapura sedang dihantui wabah demam berdarah. Bahkan korban jiwa pun terus berjatuhan. Sejauh ini sudah 11 orang pasien demam berdarah yang meninggal dunia di negeri Singa itu.Ini merupakan wabah demam berdarah paling buruk dalam sejarah Singapura. Selama tahun 2005 ini, total kasus penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu nyaris mencapai 11.000 kasus.Demikian diberitakan surat kabar lokal The Straits Times seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (26/9/2005). Korban terbaru adalah seorang ibu tiga anak yang menderita diabetes. Santhanamary Anthony (39) menjadi pasien demam berdarah ke-11 yang meninggal pada tahun ini di negeri tetangga Indonesia itu. Singapura yang dikenal akan penekanannya pada kebersihan kota itu, tentu saja pusing dengan merebaknya wabah ini. Untuk itu otoritas telah menggalakkan kampanye habis-habisan untuk memberantas tempat-tempat berkembangnya nyamuk.Meski begitu, kasus demam berdarah terus bermunculan. Hingga 24 September lalu saja, dilaporkan 714 kasus baru, sehingga jumlah totalnya kini mencapai rekor 10.200 kasus. Bingung akan ketidakmampuan mereka mengatasi wabah ini, pemerintah Singapura melibatkan pakar-pakar asing dan lokal untuk mempelajari krisis ini. Mereka inilah yang memberi nasihat ke pemerintah mengenai strategi terbaik untuk menangani masalah ini.Selama dua pekan terakhir, otoritas telah melancarkan operasi "cari dan hancurkan" lokasi-lokasi potensial bagi jentik nyamuk. Sebelumnya lokasi konstruksi dianggap sebagai sumber utama nyamuk Aedes, namun kini rumah-rumah penduduk diyakini sebagai biang keladinya.
(ita/)











































