DetikNews
Kamis 28 Maret 2019, 17:57 WIB

Dugaan Pelanggaran Kampanye Gubernur Koster Diserahkan ke Kemendagri

Aditya Mardiastuti - detikNews
Dugaan Pelanggaran Kampanye Gubernur Koster Diserahkan ke Kemendagri Foto: Gubernur Bali, I Wayan Koster (Aditya/detikTravel)
Denpasar - Kasus dugaan kampanye Gubernur Bali I Wayan Koster yang dilaporkan ke Bawaslu menemui jalan buntu. Pihak kepolisian dan kejaksaan tak satu suara untuk memberikan sanksi ke Koster.

"Untuk kasus yang dimaksudkan tadi tidak dihentikan tetapi kami melakukan pembahasan SP2 dengan sentra gakumdu, di dalamnya ada kepolisian bawaslu, kejaksaan. Pendapat sudah dituangkan dalam SP 2 tersebut, kami ada perbedaan pendapat," kata Ketua Bawaslu Ketut Ariyani ketika dimintai konfirmasi, Kamis (28/3/2019).

Ariyani menyebut kasus dugaan tindak pidana pemilu Koster itu tak dilanjutkan ke tingkat penyidikan. Sebagai jalan tengah, Bawaslu menyerahkan kasus tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).



"Namun kami dari Bawaslu tetap meneruskan ke perundang-undangan lainnya dan itu kami teruskan ke Kemendagri untuk dugaan pelanggaran pidana pemilunya itu tidak diteruskan ke tingkat penyidikan, karena kami tidak bisa memutuskan sendiri, di situ ada aturannya. Kalau kami berbeda dan mereka berbeda dengan kajian kami tidak bisa diteruskan ke sisi penyidikan," urainya.

Bawaslu menyatakan Koster memenuhi dugaan pelanggaran pidana lainnya yaitu UU nomor 9 tahun 2015 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.



"Sudah kami teruskan ke Kemendagri UU nomor 17-nya itu tidak terpenuhi dari hasil pembahasan kami. Namun UU nomor 9 tahun 2015 perubahan uu 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah," jelasnya.

Sebelumnya, ajakan Koster untuk memilih Jokowi di acara Millennial Road Safety Festival, yang digelar Polri, disoal Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Provinsi Bali. BPD Prabowo-Sandi lalu melaporkan dugaan kampanye tersebut ke Bawaslu.

"Laporan resmi dari Bappilu, tim advokasi kita terkait acara kemarin bahwa tidak ada keselarasan acara, safety riding tapi ada kalimat kampanye. Ini sudah tidak nyambung, pasti ada pelanggaran. Kami mohon Bawaslu menindaklanjuti," kata Ketua Juru Bicara BPD Prabowo-Sandi Bali, I Made Gede Ray Misno, saat jumpa pers di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jl Kapten Tantular, Denpasar, Bali, Senin (18/2).
(ams/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed