detikNews
Kamis 28 Maret 2019, 15:57 WIB

Ma'ruf Ramah-tamah dengan Kiai PWNU Yogyakarta, Mantapkan Dukungan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Maruf Ramah-tamah dengan Kiai PWNU Yogyakarta, Mantapkan Dukungan Foto: Ma'ruf Amin. (Lisye-detikcom))
Yogyakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menghadiri acara ramah-tamah dengan kiai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta. Selain itu, Ma'ruf juga meminta dukungan kepada warga Nahdliyin Yogyakarta.

"Ini acara leyeh-leyeh namanya, itu pertemuan ulama-ulama Pengurus Wilayah NU para tokoh dan kiai pimpinan pondok pesantren. Mereka ingin secara khusus bertemu di sini untuk makan, bincang-bincang dan shalat," ujar Ma'ruf di Pondok pesantren Al-Habibiah, Bantul, Yogyakarta, Kamis (28/3/2019).


Selain ramah tamah, Ma'ruf juga meminta doa dan dukungan agar dilancarkan pada pemilihan Presiden 2019. Ma'ruf berharap kunjungannya itu dapat memantapkan suara para kiai untuk mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Lalu menyampaikan dukungan pada Pak Jokowi dengan saya, memantapkan di kalangan kiai," lanjutnya.

Ma'ruf mengaku tidak pernah membayangkan bisa mendampingi capres petahana Jokowi di Pilpres 2019. Sama seperti ketika ia terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Sebelumnya saya mohon doa dan dukungannya karena saya ditetapkan Pak Jokowi sebagai cawapres dan diminta para kiai. Jadi saya hanya minta doa dan dukungan. Saya ini jadi cawapres tidak pernah bercita-cita. Keluarga saya inginnya saya jadi kiai, tahu-tahunya jadi wapres, sama seperti waktu saya jadi Rais Aam PBNU," lanjutnya.


Dalam acara itu turut hadir Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DIY KH Fahmi Akbar Idris, Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Kiai Kampung Nusantara KH Abdut Tawwab, dan KH Idris Abdul Hamid.

Sementara itu, Idris Abdul Hamid mengatakan warga NU siap memenangkan Ma'ruf Amin. Menurutnya, kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah tanggung jawab warga NU.

"Ini keharusan kita warga NU. Seharusnyalah kita mendukung Abah (Ma'ruf Amin) apapun yang terjadi harus kita dukung bersama-sama. Kita warga Nahdliyin itulah konsekuensinya," kata Idris.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed