detikNews
Rabu 27 Maret 2019, 19:07 WIB

Viral Wanita Diancam Usai Tegur Penumpang KRL 'Bandel', KCI Minta Maaf

Mochamad Zhacky - detikNews
Viral Wanita Diancam Usai Tegur Penumpang KRL Bandel, KCI Minta Maaf Ilustrasi KRL (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Cerita tentang seorang wanita yang diancam setelah menegur penumpang KRL yang tidak tertib viral di media sosial. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meminta maaf dan menjelaskan kronologi peristiwanya.

Cerita tentang peristiwa di KRL jurusan Rangkasbitung ini awalnya dituturkan lewat Instagram Story yang kemudian beredar di Twitter. Wanita itu disebut awalnya menegur penumpang yang jongkok pada saat kondisi kereta penuh. Tapi pria yang ditegur itu malah balik marah.

Wanita itu disebut juga sempat mendapat ancaman. Namun respons tak sesuai dengan harapan justru didapat wanita tersebut saat melapor ke petugas yang berada di dalam gerbong.

"Mbak-mbak ini difoto dan dibilang akan disamperin ke rumahnya, akan dijegat di jalan pulang. Lapor ke petugas? Udah! Orang di dalam ada petugas kok. Pertugasnya malah bilang, 'udah mbak diemin aja biasa kalau anak-anak Rangkas emang begitu," demikian cerita yang beredar seperti dilihat detikcom, Rabu (27/3/2019).




Wanita tersebut kemudian turun di stasiun tujuan, yakni Stasiun Sudimara. Wanita tersebut ditemani penumpang lain kemudian melapor ke petugas Stasiun Sudimara. Namun lagi-lagi wanita itu disebut tidak mendapat respons yang diinginkan.

"Di situ (Stasiun Sudimara) saya langsung lapor ke petugas lain yang ada di luar karena mbak-mbak yang jadi korban terus-terusan nangis karena merasa diancam. Petugas yang ada di stasiun coba cari orangnya dan sama aja tetap nyuruh kita buat lupain aja," lanjut @Miaaisyahp.

PT KCI kemudian memberi penjelasan usai mendapatkan informasi peristiwa itu melalui media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (26/3).

"PT KCI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna di dalam KRL KA 2034 tujuan Rangkasbitung pada Selasa 26 Maret 2019 sekitar pukul 18.45 WIB. KCI mendapatkan informasi adanya dugaan kejadian perselisihan antarpengguna di dalam KRL tersebut melalui media sosial," kata VP Komunikasi PT KCI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Rabu (27/3).




Anne menyebut perselisihan diduga terjadi karena adanya sekelompok penumpang yang tidak mematuhi tata tertib dengan duduk di lantai KRL. Dia mengklaim petugas juga melakukan penyisiran ke dalam kereta dan bertanya ke penumpang lain.

"Petugas kemudian melakukan penyisiran di dalam KA dan bertanya kepada pengguna apakah ada yang menyaksikan keributan atau tindakan pelecehan sebelumnya. Para pengguna mengaku tidak melihat ada keributan. Petugas melanjutkan penyisiran hingga ke Stasiun Serpong," jelas Anne.

PT KCI memahami masih banyak pengguna yang belum mengikuti aturan dan larangan di dalam KRL terutama larangan duduk maupun jongkok di lantai dan membuang sampah. Untuk menghindari peristiwa serupa, PT KCI menghimbau pengguna memahami aturan dan larangan dalam menggunakan KRL.

"Aturan tersebut tertera jelas di sejumlah titik stasiun dan dipasang di pintu-pintu KRL. Dengan dukungan dari para pengguna untuk mematuhi aturan dan larangan tersebut, maka diharapkan akan tercipta kenyamanan bersama bagi seluruh pengguna KRL," tutur Anne.
(zak/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed