Guru Honorer Curhat, Sandiaga Ungkit Kontrak Politik

Guru Honorer Curhat, Sandiaga Ungkit Kontrak Politik

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Rabu, 27 Mar 2019 18:52 WIB
Guru Honorer Curhat, Sandiaga Ungkit Kontrak Politik
Sandiaga Uno (Dok. Istimewa)
Sorong - Sandiaga Salahuddin Uno terenyuh mendengar cerita guru honorer bernama Yeni dan Ira yang mengaku tidak cukup hidup sehari-hari dari gaji. Mereka meminta Sandi melakukan pembenahan.

"Kami minta kepada Bapak, jika terpilih, agar memperbaiki nasib guru honorer dan dunia pendidikan. Kami masuk pagi hingga habis asar untuk mengajar anak-anak. Tapi biarlah ini semoga menjadi pahala bagi kami, agar anak-anak tidak telantar pendidikannya," ujar Yeni terbata-bata kepada Sandi saat berkunjung dan silahturahmi dengan Komunitas Muslim Kokoda di Pondok Pesantren Emeyodere, Jalan Basuki Rahmat, Km 8, Sorong Timur, Papua Barat, Rabu (27/3/2019), seperti dalam keterangan tertulis.


[Gambas:Video 20detik]


Menurut Sandi, dia tahu betul apa yang dirasakan Yeni dan Ira, yang mengeluhkan hal yang sama. Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sudah menandatangani kontrak politik dengan para guru honorer dan K2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prabowo-Sandi sudah menandatangani kontrak politik dengan para guru honorer. Sudah pasti, kami, Prabowo dan Sandi, akan mencari solusi permanen bagi guru-guru honorer. Negara dan bangsa yang maju adalah bangsa yang memuliakan guru," terang Sandi.


Sandi mengatakan kedatangannya ke pesantren bukan untuk berkampanye, melainkan ingin bersilaturahmi dengan pemilik pondok pesantren, Ustaz Ismail Agya, dan warga Kokada.

Menurut Sandi, keluhan yang disampaikan Yeni dan Ira diterimanya hampir di seluruh titik yang dikunjunginya se-Indonesia. "Saya paham betul, nasib guru akan kami perjuangkan. Karena ibu saya pendidik, paman saya guru, dan kakek saya kepala sekolah," ucap Sandi.



Tonton juga video Taufik Kurniawan Bantah Minta Fee kepada 2 Bupati:

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads