DetikNews
Rabu 27 Maret 2019, 16:13 WIB

Polisi Periksa 22 Saksi Terkait Pengaturan Skor Liga 2 Bulan Depan

Farih Maulana - detikNews
Polisi Periksa 22 Saksi Terkait Pengaturan Skor Liga 2 Bulan Depan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Nur Azizah/detikcom)
Jakarta -

Satgas Antimafia Bola akan memeriksa 22 orang saksi terkait kasus dugaan pengaturan skor di Liga 2 pada April mendatang. Pemeriksaan puluhan saksi itu merupakan pengembangan dari proses penyidikan kasus pengaturan skor atas tersangka eks anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat.

"Liga 2. Setelah tersangka H ditetapkan ini akan dikembangkan, 22 saksi ini akan dipanggil. Dalam hal ini untuk membuat terang peristiwa pidana tersebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2019).

Dedi menjelaskan, para saksi yang bakal dipanggil itu berasal dari berbagai kalangan. Namun dia belum bisa menjelaskan siapa saja yang bakal dimintai keterangan oleh tim Satgas Antimafia Bola itu.

"Ya para pihak yang terkait ya, baik itu perangkat pertandingan yang juga bisa jadi manajemen tim, kemudian pemain. Jadi para pihak yang sangat terkait menyangkut masalah match fixing di Liga 2," ujar dia.


Selain itu, Dedi belum bisa membeberkan mengenai kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus dugaan pengaturan skor. Penyidik, menurut Dedi, masih fokus melengkapi berkas tersangka untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

"Sementara belum, sementara ini masih fokus kepada tersangka-tersangka yang sudah ada pada saat ini," imbuh Dedi.

Sebelumnya, polisi menetapkan Hidayat sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Hidayat diduga mengatur perangkat pertandingan dan penyuapan dalam laga Madura melawan PSS Sleman di Liga 2 2018. Hidayat ingin PSS Sleman dimenangkan agar lolos ke Liga 1.

"Perannya mengatur pertandingan ini, minta agar PSS Sleman ini selalu dimenangkan, baik di kandang maupun di kandang Madura FC," kata Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Dedi mengatakan, Hidayat, yang ketika itu masih menjabat Exco PSSI, menawarkan uang Rp 100 juta kepada manajer Madura FC, Yanuar. Hidayat juga mengancam akan membayar pemain Madura FC karena Yanuar menolak uang tersebut.


Saksikan juga video 'Satgas Antimafia Bola Resmi Tahan Joko Driyono!':

[Gambas:Video 20detik]


(knv/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed